Yahya Al Ghassani Bidik Klub Eropa Usai Pulih dari Cedera

Yahya Al Ghassani Bidik Klub Eropa Usai Pulih dari Cedera

Penyerang sayap tim nasional Uni Emirat Arab (UEA), Yahya Al Ghassani, menargetkan kepindahan ke klub Eropa setelah menyelesaikan proses pemulihan cedera fisik yang dialaminya pada Rabu, 6 Mei 2026. Ambisi tersebut muncul menyusul kegagalan klubnya, Shabab Al Ahli, mengamankan gelar juara liga domestik musim ini.

Pemain kunci Shabab Al Ahli ini sebelumnya harus absen dalam pertandingan krusial babak kualifikasi Piala Dunia 2026 di Doha akibat masalah kebugaran. Meski tim medis sempat memprediksi masa pemulihan selama sepuluh pekan, Al Ghassani berhasil kembali beraktivitas dalam waktu empat pekan agar bisa memperkuat tim di ajang Arab Cup.

Kekecewaan mendalam dirasakan Al Ghassani karena tidak bisa memberikan kontribusi maksimal bagi UEA yang belum pernah lagi lolos ke putaran final Piala Dunia sejak tahun 1990. Cedera yang didapat pada fase kualifikasi tersebut diakuinya memberikan dampak psikologis yang cukup berat sebagai seorang pemain profesional.

"Itu adalah sesuatu yang saya impikan sejak kecil. Mengalami cedera di babak pertama [melawan Oman], saya tidak ingin mengatakan itu membunuh saya sedikit dari dalam. Tapi itu menghancurkan saya," ujar Yahya Al Ghassani, Penyerang Timnas UEA, dilansir dari The National.

Mengenai peluang lolos ke turnamen tingkat dunia, UEA saat ini hanya memiliki harapan tipis melalui potensi diskualifikasi negara lain akibat situasi geopolitik. Al Ghassani menegaskan bahwa meski isu tersebut menjadi perbincangan di ruang ganti, ia lebih memilih untuk lolos berdasarkan hasil pertandingan di atas lapangan.

"Jelas kami membicarakannya. Ada harapan, seperti satu persen berbanding 99 persen. Tetapi sejujurnya, sebagai atlet individu, saya akan selalu suka dan bangga untuk lolos dengan performa saya sendiri," kata Yahya Al Ghassani mengenai kemungkinan jalur pengganti tersebut.

Kini, fokus sang pemain sepenuhnya tertuju pada peluang merumput di Benua Biru setelah sempat menjalin komunikasi dengan Paris FC dan Angers di Liga Prancis. Kegagalan Shabab Al Ahli meraih trofi Liga Pro UEA yang jatuh ke tangan Al Ain memperkuat tekadnya untuk segera memulai karier sepak bola di luar negeri.

Artikel terkait

Rekomendasi