Langkah ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, harus terhenti lebih awal pada babak pertama turnamen bulutangkis Indonesia Open 2026. Pasangan tuan rumah ini dipaksa mengakui keunggulan wakil Taiwan, Zhi-We Hei/Huang Jui-Hsuan.
Seperti dilansir dari Medcom, pasangan Devin/Faathir menelan kekalahan setelah bertarung sengit melalui laga rubber game. Pertandingan tersebut berakhir dengan rincian skor 21-13, 17-21, dan 11-21.
Pasangan Taiwan, Zhi/Huang, tampil dominan dengan keberhasilan mereka mendikte tempo permainan di lapangan. Situasi ini membuat Devin/Faathir kesulitan berkembang dan kerap kehilangan fokus, terutama saat memasuki game penentu.
“Sebenarnya dari awal cara mainnya sudah benar game pertama dan game kedua. Di game kedua terakhir waktu kedudukan 17-18, tiba-tiba langsung hilang fokusnya. Terus di game ketiga, kami langsung tertekan dan lawan lebih enak mainnya,” kata Devin.
Pertandingan ini menjadi momen kedua bagi ganda putra peringkat 37 dunia tersebut untuk merasakan atmosfer Istora Senayan. Sebelumnya, mereka telah melakoni debut di stadion legendaris ini saat berpartisipasi dalam ajang Indonesia Masters 2026.
Kendati demikian, atmosfer di Indonesia Open 2026 diakui memberikan tantangan yang jauh lebih berat. Ketatnya tingkat persaingan serta riuhnya dukungan penonton menjadi faktor pembeda dalam turnamen level Super 1000 ini.
“Kalau pressure sih tidak ada, tapi mungkin grogi saja sih. Indonesia Open kan turnamen level super 1000, apalagi merasakan atmosfer Istora yang ramai banget pendukungnya,” ujar Faathir.
Kegagalan ini menjadi bahan pelajaran berharga bagi Devin/Faathir untuk memperbaiki kualitas permainan mereka. Aspek konsentrasi sepanjang laga menjadi poin utama yang disoroti oleh kedua pebulutangkis tersebut agar bisa bersaing dengan ganda putra elite dunia.
“Evaluasinya, kalau saya fokusnya harus ditingkatkan lagi. Karena kan tadi kami bisa menang di game pertama, lumayan jauh kan ya. Tapi game kedua, mungkin karena kaget ‘menang angin’ jadi kami dari awal sudah ketekan duluan,” tutur Faathir.
Kehilangan momentum setelah meraih poin menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi dalam turnamen selanjutnya. Devin mengaku kurang puas dengan penampilannya dan menegaskan pentingnya fleksibilitas strategi di lapangan.
“Kalau saya, habis hilang beberapa poin, jangan dipikirin. Harus cepat-cepat mengubah pola main. Sama soal fokusnya juga harus lebih dijaga saat kehilangan satu atau dua poin. Fokusnya harus kencang terus,” ucap Devin.
Melalui hasil ini, sektor ganda putra Indonesia baru meloloskan satu wakil ke babak kedua melalui performa Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Sementara itu, pasangan Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani dijadwalkan bertanding melawan wakil Amerika Serikat, Chen Zhi Yi/Presley Smith.