Langkah strategis diambil oleh Akamai Technologies dalam merespons tantangan krusial yang dihadapi para pemimpin keamanan siber pada tahun 2026. Dilansir dari Medcom, perusahaan tersebut telah menandatangani kesepakatan definitif untuk mengakuisisi LayerX.
LayerX dikenal sebagai penyedia terdepan untuk solusi kontrol penggunaan AI berbasis browser serta teknologi Secure Enterprise Browser. Nilai transaksi komparatif ini mencapai USD205 juta atau sekitar Rp3 triliun.
Melalui perluasan ini, perlindungan keamanan akan diarahkan langsung ke titik tempat sebagian besar aktivitas kerja perusahaan modern terjadi, yaitu di dalam browser. Fokus utamanya mencakup pengendalian penggunaan AI generatif dan agen AI oleh tenaga kerja.
Teknologi LayerX menawarkan keunggulan unik karena mendukung berbagai browser populer yang sudah digunakan karyawan. Perusahaan tidak harus berpindah ke browser khusus yang sering kali mengganggu kenyamanan operasional pengguna.
Integrasi tersebut memungkinkan tim keamanan memperoleh visibilitas serta kontrol secara langsung dan real-time. Pengawasan dapat dilakukan terhadap interaksi sensitif seperti pengiriman prompt, unggahan file, dan penggunaan aplikasi SaaS.
Mani Sundaram, Executive Vice President dan General Manager Security Technology Group di Akamai menjelaskan bahwa banyak pelanggan mereka mengadopsi AI dengan sangat cepat, namun alat keamanan tradisional sering kali gagal memantau bagaimana informasi dibagikan ke model bahasa besar.
Kehadiran LayerX diharapkan mampu menutup celah tersebut dengan menghadirkan lapisan kontrol yang mengatur penggunaan AI langsung pada titik interaksi pengguna. Langkah ini membuat perusahaan dapat tetap berinovasi secepat perkembangan AI tanpa mengorbankan standar keamanan dan kepatuhan.
Sinergi antara teknologi LayerX dengan portofolio Zero Trust milik Akamai, seperti Zero Trust Network Access dan perlindungan runtime aplikasi AI, menciptakan solusi keamanan yang komprehensif mulai dari tingkat pengguna hingga infrastruktur.
CEO dan Co-Founder LayerX, Or Eshed, menyatakan bahwa penggabungan teknologi mereka dengan platform edge Akamai yang sangat terdistribusi akan memberikan fondasi kuat bagi perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan AI secara aman dalam skala global.
Seluruh tim LayerX direncanakan akan bergabung dengan organisasi Zero Trust Akamai. Keputusan ini sekaligus memperkuat posisi Tel Aviv sebagai pusat inovasi keamanan siber bagi perusahaan tersebut.
Secara finansial, transaksi ini diperkirakan akan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026. Akamai memproyeksikan bahwa bisnis LayerX akan memberikan kontribusi pendapatan berulang tahunan sekitar USD10 juta pada akhir tahun fiskal tersebut.