Akamai Technologies Akuisisi LayerX Senilai Rp 3,65 Triliun

Akamai Technologies Akuisisi LayerX Senilai Rp 3,65 Triliun

Perusahaan keamanan siber dan komputasi awan, Akamai Technologies, mengumumkan rencana akuisisi terhadap perusahaan keamanan AI, LayerX. Nilai transaksi ini dilaporkan mencapai sekitar 205 juta dollar AS atau setara Rp 3,65 triliun dengan kurs Rp 17.800 per dollar AS, seperti dilansir dari Tekno.

Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kapabilitas keamanan Akamai. Fokus utamanya adalah mengawasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di dalam lingkungan korporasi.

Melalui keterangan resminya, Akamai menjelaskan bahwa teknologi dari LayerX akan memperluas jangkauan proteksi hingga ke sektor browser. Saat ini, browser menjadi pintu utama bagi karyawan untuk mengakses aplikasi internal, layanan Software-as-a-Service (SaaS), hingga platform AI generatif.

Integrasi teknologi ini juga ditujukan untuk memperkokoh portofolio keamanan Zero Trust milik Akamai. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas melonjaknya adopsi AI oleh berbagai perusahaan dalam operasional harian mereka.

"Pelanggan kami mengadopsi AI dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mereka menyampaikan hal yang sama, kontrol keamanan yang ada saat ini tidak mampu melihat bagaimana karyawan berinteraksi dengan tools AI dan membagikan informasi ke large language models," kata Executive Vice President dan General Manager Security Technology Group Akamai, Mani Sundaram.

Solusi yang ditawarkan LayerX memfasilitasi perusahaan untuk memantau penggunaan AI langsung melalui browser. Sistem ini berjalan tanpa mengharuskan para karyawan beralih ke peramban khusus milik instansi.

Teknologi tersebut mampu menyajikan visibilitas serta kontrol real-time terhadap seluruh aktivitas pengguna. Pengawasan mencakup proses memasukkan prompt ke chatbot AI, pengunggahan dokumen, hingga akses ke aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

Implementasi Tanpa Mengubah Infrastruktur

Pihak Akamai memandang pendekatan ini sangat krusial karena browser telah bertransformasi menjadi titik interaksi utama antara pekerja dengan lini layanan AI, termasuk AI generatif dan AI agent. Keunggulan lain dari teknologi LayerX adalah klaim bahwa penerapannya tidak memerlukan perombakan pada infrastruktur teknologi yang sudah berjalan di perusahaan.

Chief Executive Officer dan Co-Founder LayerX, Or Eshed, menyatakan bahwa proteksi dalam pemanfaatan AI sekarang menjadi salah satu tantangan paling masif di sektor enterprise.

"Mengamankan penggunaan AI oleh manusia maupun AI agents telah menjadi salah satu tantangan utama dalam keamanan enterprise," ujar Eshed.

Begitu proses transaksi ini selesai, seluruh tim dari LayerX, termasuk para pendirinya, akan melebur ke dalam divisi Zero Trust Akamai. Pembelian ini sekaligus menandai akuisisi perusahaan keamanan siber asal Israel yang keempat oleh Akamai dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Proses akuisisi tersebut ditargetkan rampung pada kuartal III 2026, setelah seluruh persyaratan regulasi yang berlaku terpenuhi. Akamai memproyeksikan bisnis LayerX mampu mencatatkan pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR) sekitar 10 juta dollar AS atau berkisar Rp 178 miliar pada akhir tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi