Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh konten yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kehangatan hubungan antara majikan dengan pekerjanya. Dilansir dari Suara, sebuah unggahan dari akun Instagram cecil.puji menjadi sorotan publik setelah memperlihatkan interaksi dengan Asisten Rumah Tangga (ART) yang baru bekerja di rumahnya.
Video yang diunggah pada 27 April 2026 tersebut menampilkan momen sang majikan yang sedang berusaha membujuk asistennya untuk bersantap bersama di meja makan keluarga. Dalam rekaman itu, terlihat sang ART merasa sangat sungkan dan memilih menjaga jarak karena merasa tidak biasa dengan situasi tersebut.
Pemilik rumah tersebut mengungkapkan melalui keterangan videonya bahwa asisten barunya merasa malu karena belum terbiasa duduk satu meja. Namun, keluarga tersebut menegaskan bahwa mereka memiliki prinsip untuk tidak membedakan status sosial siapa pun di rumah mereka.
"Lucu banget… Mba ART barunya disuruh makan duduk satu meja, kekeh gak mau (emoji ngakak). Katanya sungkan karena gak terbiasa begitu. Lah kalau di sini justru tidak terbiasa membedakan orang," tulisnya.
Majikan tersebut terus memanggil asistennya dengan nada santai dan ramah agar mau mendekat ke meja makan. Upaya ini dilakukan secara konsisten guna meruntuhkan tembok pembatas status sosial yang sering kali kaku dalam tradisi rumah tangga di Indonesia.
"Mana mbaknya itu tak ngambil ke sini, dia malu apa ambil sayurnya." ujar sang majikan.
Ia pun terus memberikan ajakan agar suasana menjadi lebih cair. "sini, sini ngambil ke sini, makan di sini, duduk bareng," tambahnya.
Prinsip kesetaraan menjadi poin utama yang ditegaskan oleh sang majikan dalam interaksi tersebut. Ia menyatakan secara langsung bahwa tidak ada perbedaan perlakuan terhadap siapa pun yang berada di kediamannya.
"makan sini mbak, kita mah enggak beda-bedain orang mbak." tegasnya.
Agar suasana tidak terasa tegang, sang majikan juga melontarkan candaan mengenai alasannya melarang sang ART makan di area belakang. Ia berkelakar bahwa jika makan di belakang, ia tidak bisa memantau jumlah makanan yang dihabiskan.
"Aman jangan di belakang nanti, di sini aman, jangan di belakang nanti makanan saya habis banyak enggak kelihatan itu masalahnya bukannya apa. Jadi duduknya di sini di meja di sini enggak enggak di belakang," candanya.
Sang majikan juga sempat menceritakan kekeraspalaan asisten barunya itu kepada orang lain di sekitarnya. Ia menyebutkan bahwa asistennya merasa sangat grogi saat diminta duduk bersama anggota keluarga lainnya.
"ini Mbak Art baru dia suruh duduk makan bareng grogi. Enggak mau, Le," katanya lagi.
Meskipun memberikan kebebasan penuh bagi asistennya untuk menikmati hidangan yang ada, majikan tersebut tetap menyisipkan instruksi jenaka sebagai bentuk keakraban. Hal ini menunjukkan hubungan yang cair dan jauh dari kesan intimidasi.
"Boleh Ngambil Apa Aja, Tapi Jangan Dihabisin," tambahnya.
Aksi yang ditunjukkan keluarga tersebut memicu gelombang reaksi positif dari warganet. Banyak netizen merasa terinspirasi oleh cara keluarga ini memanusiakan pekerja domestik mereka tanpa memandang latar belakang status.
"Baik banget ibunya" komentar salah satu netizen singkat.
Warganet lain juga memberikan apresiasi mendalam terhadap sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh keluarga cecil.puji. Mereka menilai perlakuan tersebut dapat menjadi contoh baik dalam membangun harmoni di lingkungan rumah tangga.
"inilah tipikal manusia yang manusiakan manusia, sehat-sehat orang baik, respect banget keluarga nya tidak pilih-pilih status, sehat-sehat sekeluarga kak," tulis netizen lainnya.