Aktor China Zhang Xiaolei Beralih Jadi Petani Akibat Teknologi AI

Aktor China Zhang Xiaolei Beralih Jadi Petani Akibat Teknologi AI

Aktor asal China, Zhang Xiaolei, memutuskan berpindah profesi menjadi petani cabai di Provinsi Qinghai setelah karier aktingnya terdampak secara signifikan oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mantan pemeran spesialis drama pendek ini mulai menggarap lahan pertanian sejak Maret 2026 demi menyambung hidup.

Pengalihan profesi ini dilakukan Zhang setelah ia mengaku kesulitan mendapatkan peran dalam industri miniseri yang kini mulai mengadopsi karakter virtual. Sebagaimana dilansir dari Wolipop, pria berusia 28 tahun tersebut sebelumnya telah membintangi lebih dari 200 judul drama pendek sebelum industri tersebut mengalami transformasi digital.

Zhang yang awalnya dikenal karena kemampuan menarinya mulai terjun ke dunia miniseri pada akhir tahun 2023. Selama masa keemasannya, ia sering memerankan karakter bos otoriter atau "ba zong" yang sangat populer di kalangan penonton fiksi romantis China.

Penurunan tawaran pekerjaan mulai dirasakan Zhang pada awal tahun ini, di mana kesempatan berakting berkurang drastis dan nilai kontraknya merosot hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipicu oleh penggunaan teknologi AI yang mampu menciptakan aktor virtual untuk menggantikan peran manusia.

Sebagai langkah mitigasi ekonomi, Zhang menginvestasikan dana sebesar 400.000 yuan atau sekitar Rp1 miliar untuk perkebunan cabai di Haidong. Keputusan ini diambil berdasarkan latar belakang keluarganya yang merupakan petani cabai berpengalaman selama puluhan tahun.

"Pekerjaan penuh waktuku adalah menanam cabai dan menjualnya di jalanan. Jika ada kesempatan berakting, saya akan melakukannya. Jika tidak, aku hanya akan menjadi petani. Aku menampar orang saat berakting, tetapi aku ditampar oleh kenyataan," kata Zhang Xiaolei melalui media sosialnya.

Mantan aktor ini kini menjalankan kesehariannya dengan menjual hasil panen di pasar tradisional dengan harga 4 yuan per kilogram. Ia merefleksikan perbedaan mencolok antara kehidupan fiksi yang penuh kemewahan dengan realitas yang ia hadapi saat ini sebagai pedagang.

"Dalam drama, aku memiliki banyak uang. Tetapi dalam kenyataan, saya akan kesal jika pelanggan lupa membayar saya 10 yuan (Rp 25 ribuan)," ujar Zhang Xiaolei.

Meskipun menghadapi tantangan besar dalam peralihan kariernya, Zhang menyatakan tetap mensyukuri keadaannya sekarang. Ia terus membagikan aktivitas barunya di pasar-pasar pedesaan kepada para pengikutnya di media sosial.

"Hidup penuh dengan suka dan duka. Aku masih percaya bahwa pada akhirnya aku dapat mengatasi kesulitan-kesulitan ini," pungkas Zhang Xiaolei.

Artikel terkait

Rekomendasi