Pakar Weton Jelaskan Alasan Keistimewaan Jumat Kliwon dalam Budaya Jawa

Pakar Weton Jelaskan Alasan Keistimewaan Jumat Kliwon dalam Budaya Jawa

Budaya Jawa menempatkan Jumat Kliwon sebagai waktu yang memiliki kedudukan istimewa karena dianggap sebagai pertemuan dua unsur pusat dalam sistem penanggalan tradisional. Penjelasan ini mencuat setelah tradisi tersebut kembali menjadi perbincangan publik pada Rabu (13/5/2026) terkait kepercayaan masyarakat terhadap hari kelahiran.

Sistem weton sendiri merupakan metode penanda waktu yang lahir dari pengamatan masyarakat Jawa kuno terhadap siklus alam dan benda langit. Dilansir dari Lifestyle, penentuan weton didasarkan pada perpaduan hari umum nasional dengan lima hari pasaran Jawa.

Pakar weton dari Clinic Clenic, Nala, menjelaskan bahwa secara harfiah weton merujuk pada momen keluarnya seorang manusia ke dunia. Identitas waktu ini menjadi dasar bagi masyarakat dalam memahami karakteristik hari tertentu.

"Weton itu artinya keluaran, jadi sebenarnya penanda waktu ketika bayi lahir," ujar Nala, Pakar Weton Clinic Clenic.

Keistimewaan khusus Jumat Kliwon terletak pada status kedua unsur tersebut yang dipandang sebagai titik poros dalam kalender Jawa. Kombinasi keduanya diyakini menghasilkan kekuatan energi yang lebih besar dibandingkan dengan gabungan hari lainnya.

"Jumat itu dianggap pusat, Kliwon juga dianggap pusat. Karena itu Jumat Kliwon mendapatkan pengkhususan," jelas Nala, Pakar Weton Clinic Clenic.

Dalam pandangan tradisional, hari ini dikategorikan memiliki sifat netra yang berarti mempunyai kapasitas besar untuk menampung berbagai hal. Meski demikian, Nala mengingatkan bahwa setiap kombinasi hari dalam budaya Jawa sebenarnya memiliki karakteristik unik masing-masing.

"Setiap hari bagi orang Jawa itu ada pengkhususan tertentu, ada kekhasannya masing-masing," kata Nala, Pakar Weton Clinic Clenic.

Nala menegaskan bahwa perhitungan weton didasarkan pada prinsip sains tradisional melalui pengamatan astronomi pada masa lampau. Hal ini membuktikan bahwa sistem penanggalan tersebut memiliki dasar keteraturan alam yang logis.

"Perhitungan itu sebenarnya sangat sains karena berkaitan dengan kosmik kecil. Jadi, cara orang Jawa menghitung hari di masa lampau itu berdasarkan peredaran benda-benda langit," ujar Nala, Pakar Weton Clinic Clenic.

Pengetahuan tradisional ini mencakup pembacaan terhadap musim serta perputaran waktu yang konsisten. Oleh karena itu, weton tidak bisa hanya dikaitkan dengan aspek klenik atau mistis semata.

"Jadi weton tidak selalu berurusan dengan klenik," tambah Nala, Pakar Weton Clinic Clenic.

Hingga saat ini, penggunaan weton masih dipraktikkan secara luas oleh masyarakat Jawa untuk menentukan waktu pelaksanaan berbagai kegiatan penting. Tradisi ini dianggap sebagai bagian dari identitas budaya yang tetap relevan untuk urusan pernikahan hingga pindah rumah.

Artikel terkait

Rekomendasi