Psikolog Ungkap Alasan Mantan Pasangan Kembali Menghubungi Setelah Putus

Psikolog Ungkap Alasan Mantan Pasangan Kembali Menghubungi Setelah Putus

Fenomena seseorang dari masa lalu yang tiba-tiba hadir kembali dalam kehidupan setelah hubungan berakhir lama kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda. Fenomena ini sering disebut dengan istilah "man always comeback".

Kembalinya mantan pasangan atau orang yang pernah dekat ini sering terjadi secara tidak terduga, bahkan setelah bertahun-tahun tanpa komunikasi sama sekali. Hal ini memicu pertanyaan mengenai dinamika hubungan modern yang sering kali dianggap belum tuntas.

Jamie Evan Bichelman, seorang psikolog klinis asal Amerika Serikat, memberikan penjelasan mengenai fenomena ini sebagaimana dikutip dari Lifestyle. Menurutnya, tindakan menghubungi kembali orang dari masa lalu berkaitan erat dengan kebutuhan emosional tertentu.

Kebutuhan tersebut mencakup keinginan untuk diakui atau upaya mencari kenyamanan dari relasi yang pernah terjalin sebelumnya. Mantan pasangan dinilai sebagai sosok yang "aman" untuk dihubungi kembali saat seseorang berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil.

Bichelman menekankan bahwa kembalinya mantan pacar bukan melulu disebabkan oleh perasaan cinta yang masih ada. Ia menyebutkan bahwa faktor kesepian atau kurangnya perhatian emosional menjadi pemicu utama seseorang mencari figur yang sudah dikenalnya.

"Mantan pasangan sering kali menjadi figur yang dianggap aman untuk kembali dihubungi ketika seseorang merasa kesepian atau kurang mendapatkan perhatian emosional," ujarnya.

Psikolog tersebut juga menegaskan bahwa kembalinya seseorang tidak selalu mencerminkan perasaan cinta yang mendalam. Dalam banyak situasi, hal tersebut hanya dipicu oleh kebutuhan sesaat atau pola keterikatan emosional yang belum sepenuhnya selesai.

Pola komunikasi ini juga dipengaruhi oleh bagaimana posisi seseorang dalam hubungan sebelumnya. Pada beberapa kasus, mantan pasangan bisa saja dianggap sebagai "cadangan emosional" yang dapat diakses dengan mudah kapan pun dibutuhkan.

Namun, Jamie Evan Bichelman menjelaskan bahwa tidak semua kasus memiliki alasan yang sama. Beberapa hubungan yang berakhir tanpa kepastian atau penutupan yang jelas sering kali menyisakan ruang bagi seseorang untuk kembali dengan sudut pandang yang lebih dewasa.

Keputusan untuk menanggapi komunikasi dari masa lalu sepenuhnya berada di tangan individu masing-masing. Refleksi diri sangat disarankan sebelum memutuskan untuk membuka kembali pintu komunikasi agar tidak terjebak dalam pola hubungan lama yang tidak jelas.

Saat menghadapi situasi di mana seseorang dari masa lalu terus-menerus mencoba menghubungi, menjaga keseimbangan emosi menjadi hal yang krusial. Pertimbangan yang matang diperlukan agar kondisi pribadi yang telah dibangun dengan baik tidak terganggu.

Memastikan keputusan yang diambil selaras dengan kondisi emosional saat ini merupakan langkah awal yang penting. Hindari mengambil keputusan berdasarkan perasaan sesaat yang mungkin merugikan hubungan atau kondisi mental saat ini.

Berdiskusi dengan orang terdekat atau profesional dapat membantu memberikan perspektif yang lebih objektif terhadap situasi tersebut. Bantuan dari pihak luar sering kali memudahkan seseorang dalam menentukan apakah komunikasi tersebut layak diteruskan atau tidak.

Menetapkan batasan yang tegas merupakan hal yang sangat mendasar agar seseorang tidak terjebak dalam lingkaran hubungan yang berulang. Komunikasi yang lugas mengenai batasan pribadi dapat melindungi diri dari potensi hubungan yang tidak sehat di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi