Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat istimewa dalam Islam karena amal saleh pada hari-hari ini lebih dicintai oleh Allah SWT melebihi pahala jihad. Bagi wanita yang sedang mengalami masa haid, pintu pahala tetap terbuka lebar melalui 7 amalan berikut yang bisa dikerjakan untuk meraih keberkahan maksimal.
- Memperbanyak Dzikir (Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir) — Wanita haid sangat dianjurkan melantunkan kalimat thayyibah ini kapan pun dan di mana pun untuk menghapus kesalahan dan mendapatkan ribuan kebaikan.
- Istiqamah Beristighfar dan Bertaubat — Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu karena istighfar tidak memerlukan kesucian fisik dari hadas besar.
- Memperbanyak Doa (Khususnya di Hari Arafah) — Meskipun tidak berpuasa, keutamaan Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah tetap bisa diraih dengan memanjatkan doa-doa terbaik secara khusyuk pada waktu mustajab.
- Bersedekah — Mengeluarkan sedekah baik berupa uang, makanan, atau bantuan tenaga menjadi cara efektif untuk memanen pahala yang dilipatgandakan tanpa terhalang kondisi haid.
- Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa — Wanita haid bisa mendapatkan pahala serupa orang berpuasa dengan menyediakan hidangan berbuka bagi orang yang menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, atau Arafah.
- Mendengarkan Lantunan Al-Qur'an — Mendengarkan murattal Al-Qur'an sangat dianjurkan untuk memberikan ketenangan jiwa sekaligus tetap menjaga kedekatan hati dengan kalam Allah.
- Murajaah Hafalan atau Membaca Tafsir — Mengulang hafalan Al-Qur'an secara lisan tanpa menyentuh mushaf serta membaca buku tafsir atau terjemahan diperbolehkan sebagai sarana belajar dan tadabbur.