Wanita Haid Bisa Raih Pahala Hari Tasyrik Lewat 7 Amalan Ini

Wanita Haid Bisa Raih Pahala Hari Tasyrik Lewat 7 Amalan Ini

Hari Raya Idul Adha selalu membawa kebahagiaan yang meluap-luap bagi umat Islam melalui gema takbir, penyembelihan hewan kurban, hingga momen kebersamaan keluarga. Kemuliaan bulan Zulhijah tidak berhenti begitu saja saat matahari terbenam di hari raya.

Ada tiga hari istimewa berikutnya yang dikenal sebagai Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Hari-hari ini diisi dengan memperbanyak ibadah, menyantap daging kurban, dan dilarang keras untuk berpuasa, seperti dilansir dari Cahaya.

Bagi wanita yang sedang mengalami siklus bulanan atau haid, pintu pahala tidak otomatis tertutup karena Islam adalah agama yang luwes dan penuh rahmat. Lembaran fikh menyediakan alternatif bagi wanita yang sedang berhalangan untuk tetap mendulang pahala berlipat ganda.

Hari Tasyrik merujuk pada tiga hari setelah Idul Adha. Istilah "Tasyrik" memiliki keterkaitan historis dengan paparan sinar matahari, di mana pada zaman dahulu masyarakat menjemur daging kurban di bawah terik matahari agar awet.

Ada pula pendapat yang mengaitkannya dengan pelaksanaan salat Idul Adha yang ditunaikan saat matahari mulai memancarkan cahayanya yang terang. Ulama Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa Hari Tasyrik adalah momen istimewa untuk beribadah karena mayoritas manusia cenderung lalai akibat terlena dengan makanan, minuman, dan euforia perayaan.

Bagi wanita haid, batasan fisik memang ada secara syariat seperti dilarang mendirikan salat, berpuasa, menyentuh mushaf Al-Qur'an, berdiam diri di dalam masjid (itikaf), serta melakukan tawaf. Namun, keterbatasan ini bukanlah tembok penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

7 Amalan Hari Tasyrik bagi Wanita Haid

1. Menghidupkan Lisan dengan Memperbanyak Zikir

Zikir adalah ibadah yang tidak mensyaratkan kesucian dari hadas besar maupun kecil. Ketika tangan tidak bisa menyentuh mushaf dan dahi tidak bisa bersujud, lisan tetap bisa bergerak basah mengingat Allah.

Di Hari Tasyrik, wanita haid sangat dianjurkan melantunkan kalimat-kalimat thayyibah seperti tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (Laa ilaha illallah). Komitmen ini sejalan dengan Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 41-42:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ٤١ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا٤٢

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."

2. Memperpanjang Untaian Doa di Waktu-Waktu Mustajab

Hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan mengingat Allah sehingga setiap untaian doa memiliki kedudukan yang mulia. Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang mengetuk pintu langit melalui doa, seperti yang ditegaskan dalam Surah Gafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ

Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."

3. Meresapi Ketenangan dengan Mendengarkan Lantunan Al-Qur'an

Meskipun mayoritas ulama melarang wanita haid melafalkan ayat Al-Qur'an secara langsung dari mushaf fisik, tidak ada larangan untuk mendengarkannya melalui gawai atau anggota keluarga yang sedang mengaji. Hal ini bersandar pada sebuah hadis riwayat Ibnu Majah.

"Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Al-Qur'an."

4. Meraih Jaminan Surga Lewat Menuntut Ilmu

Optimalkan kapasitas intelektual dan spiritual dengan membaca buku fikh, sejarah Islam, mendengarkan siniar keagamaan, atau menghadiri majelis taklim tanpa berdiam di ruang utama masjid. Imam Muslim meriwayatkan hadis tentang keutamaan mencari ilmu.

"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya."

5. Memperluas Ranah Sosial dengan Bersedekah

Di Hari Tasyrik yang kaya akan panganan daging, Anda bisa ikut serta mendistribusikan makanan, menyantuni anak yatim, atau menyisihkan sebagian harta untuk fasilitas umat. Rasulullah SAW secara spesifik pernah mengingatkan kaum perempuan melalui sabdanya.

"Wahai perempuan! Bersedekahlah kamu dan perbanyaklah istighfar. Karena, aku melihat kaum perempuanlah yang paling banyak menjadi penghuni neraka."

6. Melazimkan Istighfar untuk Mengetuk Pintu Rezeki

Menstruasi sama sekali bukan penghalang bagi seorang wanita untuk terus memohon ampunan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda mengenai tiga keutamaan bagi mereka yang istikamah beristighfar:

من لزم الاستغfار جعل الله له من كل ضيق mخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب

Artinya: "Barang siapa yang istikamah membaca istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka."

7. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Pandangan bahwa wanita haid dilarang memotong kuku atau menyisir rambut tidak memiliki dasar yang sahih dalam Islam. Melakukan perawatan diri, mandi, menjaga kebersihan pakaian, dan merapikan rambut tetap dianjurkan, merujuk pada kisah Sayyidah Aisyah RA saat haid ketika haji.

"Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah..."

Niat adalah Kunci Utama

Esensi dari sebuah ibadah tidak melulu diukur dari seberapa banyak gerakan fisik yang mampu dilakukan, melainkan sejauh mana ketulusan hati dan niat terpaut kepada Allah SWT.

Basi para wanita yang haid di Hari Tasyrik, menahan diri dari salat dan puasa karena kepatuhan terhadap perintah Allah sudah bernilai pahala tersendiri.

Artikel terkait

Rekomendasi