Persiapan ibadah haji tidak hanya terbatas pada kesiapan fisik, administrasi, dan finansial semata. Aspek batiniah melalui doa dan amalan spiritual menjadi kunci penting bagi calon jemaah agar mendapatkan kemudahan selama di Tanah Suci.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, KH Achmad Chalwani, mengingatkan bahwa perjalanan haji merupakan panggilan Allah SWT. Dilansir dari Cahaya, beliau menekankan pentingnya ikhtiar batin sebagai pelengkap persiapan materi.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca Surat Al-Fatihah sebanyak tiga kali setiap selesai menunaikan salat fardu. Bacaan ini diniatkan untuk dihadiahkan kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam yang memiliki sejarah kuat dengan seruan ibadah haji.
"Sampeyan nek ajeng haji, badha shalat fardu maos urat Al-Fatihah ping tiga kagem Nabi Ibrahim alaihissalam," pesan KH Achmad Chalwani.
Melalui tawasul tersebut, seorang Muslim diharapkan memperoleh kelancaran dalam memenuhi panggilan ke Baitullah. Selain Al-Fatihah, beliau juga menyarankan jemaah untuk memperbanyak doa khusus kepada Sang Maha Pengabul.
Amalan yang dimaksud adalah membaca "Allahumma ya Qadiyal Hajat". Doa ini memiliki arti memohon kepada Allah sebagai Dzat Yang Maha Mengabulkan segala kebutuhan dan disarankan untuk dibaca minimal sebanyak 33 kali secara rutin.
KH Achmad Chalwani mengungkapkan bahwa amalan ini merupakan warisan dari ulama kharismatik KH Maksum Lasem. Ayah beliau pernah mendapatkan ijazah langsung dari sang kiai saat hendak berangkat haji di masa lalu.
"Padahal beliau sudah banyak menjalankan amalan tarekat. Tapi tetap diberi amalan itu sebagai pelengkap ikhtiar," ujar KH Achmad Chalwani.
Keutamaan Surat Quraisy dalam Perjalanan
Selain doa permohonan haji, KH Achmad Chalwani juga menganjurkan pembacaan Surat Quraisy (Liilafi Quraisy) sebanyak 11 kali. Surat ini dipercaya mengandung hikmah terkait jaminan rezeki dan rasa aman bagi orang yang melakukan perjalanan jauh.
Makna mendalam surat ini tercermin dalam ayat 'Alladzi ath’amahum min ju’in wa amanahum min khauf'. Dalam tradisi masyarakat, surat ini sering dibaca saat melepas keberangkatan penting agar selamat sampai tujuan.
Ketentuan jumlah bacaan Surat Quraisy dapat disesuaikan dengan jarak tempuh. Untuk perjalanan dekat cukup satu kali, perjalanan menengah tiga kali, perjalanan jauh tujuh kali, dan untuk perjalanan sangat jauh seperti haji sebanyak 11 kali.
Manfaat dari konsistensi menjalankan amalan ini dapat dirasakan dalam bentuk kemudahan urusan harian hingga kecukupan rezeki. Namun, pemahaman terhadap makna setiap bacaan menjadi faktor kunci agar ibadah dilakukan dengan penuh keyakinan.
"Kalau tidak belajar, ya tidak akan paham. Padahal ini bagian dari warisan ulama yang sangat berharga," kata KH Achmad Chalwani.
Beliau mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan keluarga atau tetangga yang akan berangkat haji mengenai pentingnya ikhtiar spiritual ini. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak hanya sampai ke Tanah Suci, tetapi juga meraih predikat haji mabrur melalui kedekatan batin dengan Allah SWT.