AMD Luncurkan Mini PC Ryzen AI Halo pada Juni 2026

AMD Luncurkan Mini PC Ryzen AI Halo pada Juni 2026

AMD menjadwalkan peluncuran perangkat mini PC terbarunya, Ryzen AI Halo, pada Juni 2026 sebagai platform khusus bagi pengembang kecerdasan buatan. Dilansir dari Detik iNET, pengumuman ini menandai langkah perdana perusahaan masuk langsung ke pasar perangkat keras komputer berukuran ringkas secara mandiri.

Kabar mengenai jadwal rilis ini mencuat kembali setelah Senior Vice President and General Manager AMD, Jack Huynh, memperlihatkan unit tersebut dalam acara AMD AI DevDay di San Francisco pada Selasa (5/5/2026). Perangkat ini dioptimalkan untuk menangani beban kerja berat pada aplikasi pengembangan seperti Visual Studio Code, ComfyUI, dan LM Studio.

Spesifikasi teknis yang dipaparkan menunjukkan penggunaan prosesor kelas atas Ryzen AI Max+ 395 dari lini Strix Halo. Chip yang menggunakan arsitektur Zen 5 dengan fabrikasi 4nm TSMC tersebut memiliki 16 core dan 32 thread dengan kecepatan maksimal mencapai 5,1GHz.

Kemampuan komputasi visual dan AI pada perangkat ini ditopang oleh unit pemrosesan grafis Radeon 8060S RDNA 3.5 yang memiliki 40 unit komputasi. Selain itu, terdapat dukungan NPU XDNA 2 yang diklaim mampu memberikan performa kecerdasan buatan murni sebesar 50 TOPS.

Unit demonstrasi yang dipamerkan di San Francisco menggunakan konfigurasi memori terpadu berkapasitas 128GB dengan sistem operasi Ubuntu. Produk ini juga dilengkapi dengan pencahayaan strip RGB yang dapat diatur pengguna pada bagian sisi depan fisik perangkat.

Kehadiran produk tangan pertama dari pembuat chip ini memicu ekspektasi persaingan harga di pasar komputer ringkas performa tinggi. Sebagai pembanding, produk serupa dari pihak ketiga seperti GMKtec EVO-X2 dijual seharga USD 2.349, sementara kompetitor Nvidia DGX Spark berada di angka USD 4.699.

Pasar memberikan respons beragam terhadap rencana ekspansi produsen chip asal Amerika Serikat tersebut ke ranah perangkat jadi. Meskipun ada kritik mengenai momentum peluncuran, persaingan ini diprediksi akan mendorong vendor pihak ketiga untuk menyesuaikan harga jual produk mereka agar tetap kompetitif di mata konsumen.

Artikel terkait

Rekomendasi