Pembalap perempuan pertama asal Uni Emirat Arab (UEA), Amna Al Qubaisi, tampil memukau saat menghadiri acara Wardah Lip Paddock di The Crystal, Senayan City, Jakarta, pada Kamis (14/5/2026). Kehadirannya sebagai wajah global terbaru jenama kecantikan tersebut menonjolkan perpaduan antara performa balap dan estetika modern.
Gaya berpakaian Amna yang menggunakan material kulit imitasi dari atas hingga bawah berhasil mencuri perhatian banyak pasang mata dalam acara tersebut, sebagaimana dilansir dari Lifestyle. Perempuan kelahiran tahun 2000 ini mengenakan ansambel bernuansa cokelat gelap dengan potongan jaket dan rok yang memberikan kesan tegas namun tetap anggun.
Sebagai statement piece utama, terdapat pilihan jaket kulit imitasi dari Mango yang memiliki potongan lurus dan kerah model notched lapel. Produk ini hadir dengan detail lengan panjang serta saku di bagian dada, sementara harganya berkisar antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,8 jutaan pada situs resmi jenama tersebut.
Untuk melengkapi tampilan bawah, rok midi lipit dari koleksi terbatas Zara dapat menjadi pilihan dengan harga sekitar Rp 1 jutaan. Rok berpotongan low-rise ini memiliki efek bertekstur warna cokelat gelap yang serasi dengan atasan kulit, memberikan siluet elegan bagi pemakainya.
Pada bagian atasan, Amna mengenakan blus dengan detail drape di bagian leher yang bisa dipadukan dengan produk jenama lokal seperti Hedyclothing, InKano, atau LASOLANGE. Produk-produk lokal ini ditawarkan dengan harga kompetitif mulai dari Rp 159.000 hingga Rp 199.000 dengan material kain satin maupun bahan flowy.
Penyempurna gaya modis tersebut terletak pada penggunaan sepatu bot setinggi mata kaki dengan hak tebal balok setinggi 8,5 sentimeter. Aksesori chunky berupa anting dan cincin model stacking juga menjadi elemen kunci yang memperkuat kesan berani dalam penampilan sang pembalap.
Amna Al Qubaisi sendiri mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama dari negaranya yang berkompetisi di ajang balap single-seater. Setelah mengikuti jejak ayahnya, ia telah menorehkan berbagai prestasi di kejuaraan Formula 4 UEA hingga mencapai panggung kompetisi internasional di F1 Academy.
Kehadiran Amna dalam Wardah Lip Paddock membawa pesan mengenai pentingnya ketahanan dan semangat kompetitif bagi perempuan aktif. Sosoknya dianggap merepresentasikan karakter perempuan tangguh yang tetap menjaga penampilan maksimal di tengah mobilitas tinggi di lintasan balap maupun kegiatan sehari-hari.