Andre Onana Berjuang Masuk Skuad Manchester United untuk Pramusim

Andre Onana Berjuang Masuk Skuad Manchester United untuk Pramusim

Penjaga gawang asal Kamerun, Andre Onana, saat ini tengah berupaya keras untuk bisa kembali memperkuat Manchester United. Langkah ini diambil meskipun namanya dikabarkan tidak masuk dalam rencana tim untuk mengarungi musim depan.

Seperti dikutip dari Bola, Andre Onana baru saja menghabiskan satu musim di Liga Turkiye bersama Trabzonspor. Masa peminjaman sang kiper akan segera berakhir setelah pertandingan final Piala Turkiye selesai dilaksanakan.

Andre Onana memiliki rencana untuk ikut serta dalam latihan pramusim Manchester United yang dijadwalkan mulai pertengahan Juli. Agenda ini merupakan bagian dari persiapan menjelang laga persahabatan melawan Wrexham di Helsinki pada 18 Juli.

Peluang Onana untuk menjadi penjaga gawang utama dalam pertandingan melawan Wrexham terbilang sangat besar. Situasi ini terjadi karena absennya Senne Lammens dan Altay Bayindir yang harus berlaga di Piala Dunia 2026, ditambah kombinasi para pemain akademi.

Kamerun yang tidak lolos kualifikasi Piala Dunia membuat Andre Onana menjadi salah satu pemain senior Manchester United yang dipastikan absen dalam turnamen besar tersebut.

Selain Andre Onana, Manchester United kemungkinan besar akan menyertakan dua kiper muda. Mereka adalah Will Murdock dari tim U21 dan Cameron Byrne-Hughes yang berasal dari tim U18 Manchester United.

Radek Vitek yang sebelumnya dipinjamkan ke Bristol City juga dilaporkan akan ikut dibawa dalam skuad. Meskipun demikian, masa depan penjaga gawang tersebut dinilai masih sama-sama belum jelas.

Andre Onana sebenarnya masih terikat kontrak resmi bersama Manchester United hingga tahun 2028 mendatang.

Namun, munculnya rumor ketertarikan Besiktas terhadap Altay Bayindir membuat Setan Merah mulai menyusun rencana. Klub bersiap mencari penjaga gawang pengganti jika proses transfer tersebut benar-benar terealisasi.

Kondisi ini membuat peluang Andre Onana untuk tetap bertahan di Stadion Old Trafford menjadi semakin menipis.

Posisi pilihan utama di bawah mistar gawang untuk musim depan kemungkinan besar akan diberikan kepada Senne Lammens. Kiper tersebut tampil memukau sepanjang musim setelah direkrut dari Royal Antwerp pada September lalu.

Manchester United sendiri sangat menyadari bahwa mereka memerlukan komposisi skuad yang tangguh. Hal ini menjadi prioritas utama menjelang kembalinya klub untuk berkompetisi di panggung Liga Champions.

Andre Onana tampaknya tidak masuk dalam skema masa depan tim karena performanya bersama Manchester United musim ini berakhir dengan catatan mengecewakan.

Satu-satunya penampilan Andre Onana bersama Setan Merah pada musim ini terjadi saat tim mengalami kekalahan memalukan di ajang Piala Liga melawan klub kasta keempat, Grimsby Town.

Kendala Proses Penjualan

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari ESPN, Manchester United diprediksi akan menemui kesulitan besar untuk menjual Andre Onana akibat beban gajinya yang terhitung tinggi.

Besaran gaji Andre Onana di Manchester United sebenarnya sempat dipotong pada musim lalu karena klub gagal menembus kompetisi Eropa. Pengurangan upah tersebut yang kemudian mempermudah proses kepindahannya menuju Trabzonspor.

Walau begitu, gaji Andre Onana diperkirakan bakal kembali mengalami kenaikan pada musim depan bersama para pemain lainnya. Kebijakan ini otomatis berlaku setelah Manchester United memastikan tiket lolos ke Liga Champions.

Kenaikan upah ini diyakini akan menjadi batu sandungan bagi klub-klub lain yang memiliki ketertarikan untuk memboyong mantan penjaga gawang Inter Milan tersebut.

Kepastian Andre Onana untuk terlibat dalam rangkaian pramusim Manchester United, termasuk laga uji coba melawan Wrexham, hingga kini masih diliputi ketidakpastian.

Nasib sang penjaga gawang berpotensi berakhir sama seperti Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Marcus Rashford, Tyrell Malacia, dan Antony. Para pemain tersebut didepak pada musim panas tahun lalu saat Manchester United mulai memasuki era kepemimpinan Ruben Amorim.

Pada masa itu, kelompok pemain yang tersisih tersebut diperintahkan untuk menjalani sesi latihan dengan waktu yang berbeda dan ditempatkan terpisah dari skuad utama.

Artikel terkait