Momen emosional mewarnai laga kandang terakhir Antoine Griezmann di Stadion Metropolitano pada Minggu lalu. Penyerang asal Prancis tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para suporter Atlético Madrid sebelum dirinya hengkang ke klub MLS, Orlando City SC, pada musim panas ini.
Seperti dilaporkan dalam berita yang dilansir dari Suara, momen perpisahan tersebut berlangsung setelah Atlético Madrid memetik kemenangan dengan skor 1-0 atas Girona. Pihak klub beserta para penggemar memberikan penghormatan khusus kepada Griezmann yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.
Ketika berbicara di tengah lapangan, pemain berusia 35 tahun itu kembali mengungkit keputusannya pada tahun 2019 silam. Langkahnya berlabuh ke FC Barcelona saat itu sempat memicu ketegangan dan merenggangkan hubungannya dengan para pendukung Los Rojiblancos.
“Ini sangat berarti. Saya tahu banyak dari kalian sudah memaafkan saya, dan sebagian lainnya mungkin belum, tetapi saya ingin meminta maaf lagi karena bergabung dengan Barcelona,” kata Griezmann dilansir dari ESPN.
“Saat itu saya tidak menyadari betapa besarnya cinta yang saya dapatkan di sini. Saya masih sangat muda dan saya membuat kesalahan. Saya akhirnya sadar dan kami melakukan segalanya agar bisa kembali menikmati hidup di sini," imbuhnya.
Perjalanan karier Griezmann di Madrid bermula saat bergabung pertama kali pada 2014, sebelum akhirnya pindah ke Barcelona lima tahun kemudian. Dirinya kemudian memilih kembali memperkuat Atlético Madrid dua tahun setelah masa kepindahannya tersebut.
Selama periode membela klub ibu kota Spanyol ini, penyerang tersebut menorehkan tinta emas dengan mempersembahkan trofi Liga Europa UEFA, Piala Super UEFA, serta Piala Super Spanyol.
Di samping kepada para fans, ungkapan rasa terima kasih juga diarahkan kepada sang pelatih, Diego Simeone. Griezmann menilai peracik strategi asal Argentina itu memegang peran yang sangat krusial dalam perkembangan karier sepak bolanya.
“Berkat Anda saya menjadi juara dunia dan merasa seperti pemain terbaik di dunia. Saya sangat berutang kepada Anda dan merupakan sebuah kehormatan bisa berjuang untuk Anda,” ujar Griezmann.
Walaupun belum sempat mengantarkan Atlético Madrid merengkuh trofi LaLiga ataupun Liga Champions UEFA, sang penyerang menegaskan bahwa kehangatan dari para pendukung menjadi pencapaian paling berkesan bagi dirinya.
“Saya memang belum bisa membawa pulang gelar LaLiga atau Liga Champions, tetapi cinta ini jauh lebih berharga. Saya akan membawanya sepanjang hidup saya,” tuturnya.