Manajer Napoli Antonio Conte memberi sinyal kuat akan menyudahi kontraknya lebih awal demi berpeluang kembali memimpin Tim Nasional Italia yang tengah mengalami kekosongan pelatih kepala setelah Gennaro Gattuso mundur.
Kabar rencana kepergian pelatih berusia 56 tahun tersebut menguat pasca dirinya sukses membawa Il Partenopei mengunci tiket kualifikasi UEFA Champions League musim depan lewat kemenangan telak 3-0 atas Pisa Sporting Club pada Minggu, 17 Mei 2026.
Dilansir dari Football Italia, La Gazzetta dello Sport, dan Corriere dello Sport, kesepakatan pemutusan hubungan kerja secara damai tanpa kompensasi finansial sedang disusun di balik layar karena faktor besaran gaji serta keinginan sang manajer untuk beristirahat bersama keluarga.
Padahal, masa kerja mantan arsitek taktik Chelsea tersebut di Stadio Diego Armando Maradona sejatinya masih berlaku hingga 30 Juni 2027 mendatang.
Pertemuan penting mengenai masa depan klub dilaporkan telah dilakukan sejak pertengahan April 2026 antara Conte dan Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis.
"Presiden sudah mengetahui pemikiran saya sejak satu bulan lalu. Kami sudah membicarakan hal-hal positif dan juga yang kurang positif," kata Antonio Conte, Pelatih Napoli.
Arsitek taktik yang musim lalu mempersembahkan gelar Serie A bagi Napoli ini menegaskan bahwa komunikasi personalnya dengan sang presiden sejauh ini masih terjaga dengan sangat baik.
"Saya akan selalu berterima kasih kepadanya karena telah memberi saya kesempatan melatih klub seperti Napoli," ujar Antonio Conte, Pelatih Napoli.
Ia juga merefleksikan situasi awal kedatangannya ke klub ketika kondisi internal sedang mengalami masa-masa sulit.
"Saya datang ke Napoli dalam situasi yang sangat gelap dan menyedihkan. Saya berjanji ketika siklus saya selesai, saya akan meninggalkan tim yang solid dan ambisius," ucap Antonio Conte, Pelatih Napoli.
Conte dikabarkan sangat berkeinginan kembali menukangi Gli Azzurri setelah pemilihan presiden FIGC pada 22 Juni 2026 mendatang guna memperbaiki catatan historisnya pada rentang 2014-2016 yang membukukan 14 kemenangan dari 24 atau 25 laga serta menembus perempat final Euro 2016.
Kekosongan kursi kepelatihan Napoli langsung memicu rumor perburuan manajer baru dengan memunculkan nama Massimiliano Allegri yang sedang goyah di AC Milan, serta Maurizio Sarri yang dilaporkan berselisih dengan manajemen Lazio.
"Mari kita mainkan pertandingan terakhir dulu. Saat ini mereka belum memberi tahu saya apa pun mengenai rencana masa depan. Saya tidak menyukai situasi musim ini, saya sama sekali tidak didengarkan dan saya tidak terlalu senang, mungkin klub juga tidak senang. Mari selesaikan musim liga ini dan lihat apakah mereka punya sesuatu untuk disampaikan kepada saya," kata Maurizio Sarri, Pelatih Lazio.
Evaluasi menyeluruh mengenai kepastian status manajemen Napoli serta rencana transfer pemain untuk musim depan dijadwalkan segera bergulir setelah laga pamungkas kompetisi Serie A berakhir.