Manajer Napoli Antonio Conte mengisyaratkan bakal meninggalkan posisinya pada akhir musim ini setelah berhasil memastikan tiket kualifikasi UEFA Champions League untuk musim depan pada Minggu (17/5/2026).
Keputusan tersebut diambil menyusul pertemuan penting pada pertengahan April antara sang manajer dan Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis, meskipun kontrak Conte sebenarnya masih berlaku sampai 30 Juni 2027.
Langkah pengunduran diri dini yang disusun di belakang layar ini dilaporkan Football Italia akan dilakukan atas kesepakatan bersama tanpa kompensasi finansial, mengingat beban gaji Conte yang sangat besar bagi klub untuk musim berikutnya.
Laporan dari La Gazzetta dello Sport dan Corriere dello Sport menyebutkan Conte berencana kembali menangani Tim Nasional Italia setelah FIGC menggelar pemilihan presiden pada 22 Juni 2026.
Pos pelatih Gli Azzurri saat ini sedang kosong setelah Gennaro Gattuso mundur akibat kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 usai ditundukkan Bosnia & Herzegovina di babak playoff.
Dalam sesi konferensi pers pascapertandingan melawan Pisa yang berakhir dengan kemenangan 3-0 berkat gol Scott McTominay, Amir Rrahmani, dan Rasmus Højlund, Conte mengonfirmasi situasi internal manajemen.
"Presiden sudah mengetahui pemikiran saya sejak satu bulan lalu. Kami sudah membicarakan hal-hal positif dan juga yang kurang positif," kata Antonio Conte, Pelatih Napoli.
Hubungan personal antara Conte dan De Laurentiis dipastikan tetap terjaga dengan sangat baik meskipun sang pelatih memilih untuk menyudahi siklusnya lebih awal.
"Saya akan selalu berterima kasih kepadanya karena telah memberi saya kesempatan melatih klub seperti Napoli," ujar Antonio Conte, Pelatih Napoli.
Mantan arsitek Chelsea dan Juventus tersebut kemudian merefleksikan memori awal saat pertama kali menukangi Napoli yang kala itu sedang terpuruk.
"Saya datang ke Napoli dalam situasi yang sangat gelap dan menyedihkan. Saya berjanji ketika siklus saya selesai, saya akan meninggalkan tim yang solid dan ambisius," ucap Antonio Conte, Pelatih Napoli.
Kekosongan kursi pelatih di Napoli memicu spekulasi pencarian suksesor, dengan Maurizio Sarri yang dikagumi De Laurentiis serta Massimiliano Allegri muncul sebagai kandidat utama.
Allegri sendiri dilaporkan akan berpisah dengan AC Milan di akhir musim akibat perselisihan dengan penasihat senior Zlatan Ibrahimovic dan CEO Giorgio Furlani, sementara Sarri juga berselisih dengan Presiden Lazio Claudio Lotito.
Dilansir dari La Lazio Siamo Noi, Sarri menyampaikan keluhannya setelah kekalahan menyakitkan dalam laga derby Roma terkait ketidakpastian masa depannya di klub.
"Mari kita mainkan pertandingan terakhir dulu. Saat ini mereka belum memberi tahu saya apa pun mengenai rencana masa depan. Saya tidak menyukai situasi musim ini, saya sama sekali tidak didengarkan dan saya tidak terlalu senang, mungkin klub juga tidak senang. Mari selesaikan musim liga ini dan lihat apakah mereka punya sesuatu untuk disampaikan kepada saya," kata Maurizio Sarri, Pelatih Lazio.
Evaluasi menyeluruh mengenai kepastian status manajemen Napoli serta rencana transfer pemain untuk musim depan dijadwalkan segera bergulir setelah laga pamungkas Serie A pekan depan.