Arab Saudi memperluas jangkauan layanan digitalnya lewat aplikasi Tawakkalna untuk mendukung kelancaran ibadah haji. Platform ini sekarang memungkinkan peserta inisiatif Mecca Route mengakses izin haji secara elektronik.
Dilansir dari Detikcom, jemaah dapat menampilkan dokumen tersebut melalui ponsel sebelum berangkat dari negara asal. Langkah ini merupakan strategi Saudi dalam mengintegrasikan layanan perjalanan ibadah haji berbasis digital.
Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (SDAIA) berperan besar di balik pengembangan ekosistem ini. Mereka menghubungkan berbagai instansi pemerintah dalam satu kerangka teknis terpadu guna mempercepat proses verifikasi data.
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada platform Tawakkalna bertujuan meningkatkan efisiensi dan konektivitas antar sistem. Melalui aplikasi ini, verifikasi data pribadi serta biometrik jemaah kini dapat dilakukan lebih cepat.
Jemaah yang memanfaatkan layanan ini bisa memantau izin haji dan dokumen perjalanan terkait sejak tahap awal keberangkatan. Sistem ini dirancang untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih efisien hingga jemaah tiba di akomodasi Makkah.
Saat ini, Tawakkalna telah digunakan oleh lebih dari 35 juta pengguna dengan satu juta pengguna aktif setiap hari. Platform yang tersedia dalam berbagai bahasa tersebut terus dipromosikan sebagai simbol modernisasi layanan publik di Arab Saudi.
Mecca Route sendiri merupakan program di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri Saudi untuk mempermudah proses imigrasi. Layanan ini mencakup pemeriksaan bea cukai dan kesehatan yang diselesaikan di bandara negara asal jemaah.
Di Indonesia, inisiatif Mecca Route telah diperkenalkan sejak tahun 2017. Program ini telah menjangkau empat bandara utama di tanah air untuk melayani para calon jemaah haji.
Dikutip dari Detikcom, empat lokasi tersebut meliputi Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, Bandara Adi Soemarmo di Solo, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.
Berkat layanan ini, jemaah Indonesia dapat menjalani proses pemeriksaan dokumen dan stempel paspor sebelum terbang. Hal ini menghilangkan keharusan mengantre panjang di bagian imigrasi saat tiba di bandara Arab Saudi.