Arab Saudi Uji Coba RoboBus Berbasis Kecerdasan Buatan di Madinah

Arab Saudi Uji Coba RoboBus Berbasis Kecerdasan Buatan di Madinah

Pemerintah Arab Saudi mulai mengoperasikan RoboBus, sebuah bus listrik tanpa sopir berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk melayani jemaah di kawasan Masjid Quba, Madinah. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem kota pintar untuk mendukung mobilitas jutaan jemaah umrah dan haji.

Otoritas Transportasi Arab Saudi (TGA) bekerja sama dengan otoritas pengembangan wilayah Madinah dalam peluncuran program percontohan shuttle otonom tersebut, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Kendaraan canggih ini sanggup mengangkut hingga 20 penumpang dalam satu kali perjalanan.

Selama periode uji coba yang berlangsung selama 60 hari, bus akan beroperasi di jalur khusus sepanjang 700 meter. Kehadiran teknologi ini menjadi perwujudan nyata transformasi digital di kawasan bersejarah umat Islam guna mengurangi kepadatan kendaraan konvensional di sekitar area ibadah.

Kendaraan ini diklasifikasikan sebagai otonom level 4 (L4) yang mampu bergerak mandiri pada area yang sudah dipetakan. Operasional bus didukung oleh perpaduan teknologi sensor LiDAR, kamera resolusi tinggi, serta radar untuk mendeteksi pejalan kaki dan rambu lalu lintas secara real-time.

"RoboBus termasuk kendaraan otonom level 4 (L4), yakni kategori kendaraan yang mampu beroperasi tanpa pengemudi manusia dalam kondisi tertentu dan area yang telah dipetakan secara detail" tulis Markus Maurer dkk dalam buku Autonomous Driving: Technical, Legal and Social Aspects.

Sistem navigasi digital pada bus memastikan kendaraan tetap berada pada jarak aman selama melintasi jalur yang sebelumnya digunakan oleh kereta golf. Integrasi sistem ini juga terhubung langsung dengan pusat kontrol pintar digital di kota Madinah untuk pemantauan menyeluruh.

"LiDAR berfungsi sebagai sistem pemetaan lingkungan tiga dimensi yang memungkinkan kendaraan memahami kondisi jalan secara presisi bahkan dalam situasi kompleks" jelas Markus Maurer dkk dalam karya literatur yang sama.

Penerapan teknologi ini selaras dengan agenda Arab Saudi Vision 2030 yang dicanangkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Kerajaan Saudi bahkan telah menetapkan tahun 2026 sebagai Tahun Kecerdasan Buatan guna memperkuat fondasi layanan publik dan keamanan.

"penggunaan AI dalam sistem transportasi mampu meningkatkan efisiensi perjalanan, mengurangi human error, serta membantu pengambilan keputusan secara cepat berbasis data real-time" papar Stuart Russell dan Peter Norvig dalam buku Artificial Intelligence: A Modern Approach.

Selain transportasi otonom, Otoritas Jalan Saudi (RGA) juga menyiagakan lebih dari 50 kamera pintar di jalur-jalur utama haji. Kamera ini memantau kepadatan lalu lintas dan gangguan cuaca seperti badai pasir selama 24 jam penuh untuk menjamin keselamatan jemaah.

Artikel terkait

Rekomendasi