Keberhasilan Arsenal merengkuh trofi Premier League 2025/2026 setelah menanti selama 22 tahun turut dirayakan oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Namun, aksi sang perdana menteri di media sosial tersebut justru memicu gelombang kritik dan sindiran tajam dari warganet yang mengaitkannya dengan situasi politik domestik, seperti dikutip dari Medcom.
Gelar juara Liga Inggris resmi dikunci oleh Arsenal pada Selasa malam. Kepastian ini diperoleh setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, dipastikan gagal mengejar perolehan poin di puncak klasemen akibat ditahan imbang oleh AFC Bournemouth.
Hasil pertandingan tersebut langsung memicu selebrasi masif dari para pendukung The Gunners. Ribuan suporter berkumpul dan memadati kawasan sekitar Stadion Emirates di London Utara untuk merayakan trofi kasta tertinggi sepak bola Inggris pertama mereka sejak musim legendaris “Invincibles” pada 2003/2004.
Di tengah kegembiraan para pendukung tersebut, Keir Starmer menyampaikan ucapan selamat melalui akun media sosial X pribadinya.
“22 tahun yang panjang untuk Arsenal. Tapi akhirnya kami kembali ke tempat yang seharusnya. Juara!” tulis Starmer.
Cuitan tersebut langsung dibanjiri komentar negatif dari para pengguna media sosial. Banyak netizen memanfaatkan momentum itu untuk mengungkit tekanan politik yang saat ini sedang dihadapi oleh Starmer sebagai pemimpin pemerintahan.
“Kami? Anda tidak bermain di lapangan. Anda tidak melakukan apa pun. Lebih baik lanjut menulis pidato pengunduran diri,” tulis seorang netizen.
Komentar miring lainnya juga bermunculan dan menyebut Starmer tidak pantas ikut merayakan pencapaian Arsenal di tengah kondisi politik negara yang sedang memanas. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, Starmer dikenal sebagai loyalis Arsenal dan kerap menyaksikan pertandingan The Gunners secara langsung di Stadion Emirates.
Terlepas dari tensi politik yang menyeret nama Perdana Menteri, kesuksesan musim ini menjadi pembuktian besar bagi manajer Mikel Arteta. Setelah harus puas menjadi runner-up dalam tiga musim berturut-turut, Arteta akhirnya berhasil membawa klub London Utara tersebut kembali ke takhta tertinggi sepak bola Inggris.
Arsenal bahkan berpeluang mengukir sejarah yang lebih besar pada akhir musim ini. Selain mengamankan trofi domestik, skuad asuhan Mikel Arteta dijadwalkan tampil di partai final Liga Champions untuk menghadapi Paris Saint-Germain.
Prosesi penyerahan dan pengangkatan trofi resmi Premier League akan dilangsungkan setelah Arsenal melakoni pertandingan pamungkas musim ini melawan Crystal Palace di Stadion Selhurst Park pada akhir pekan mendatang.