Arsenal Segel Juara Premier League Setelah Manchester City Imbang

Arsenal Segel Juara Premier League Setelah Manchester City Imbang

Arsenal memastikan diri sebagai kampiun Premier League musim 2025/26 sekaligus mengamankan gelar ke-14 dalam sejarah klub. Kepastian ini didapat setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, gagal meraih poin penuh.

Seperti dikutip dari Medcom, Manchester City hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi Bournemouth pada Selasa malam. Hasil tersebut membuat posisi The Gunners di puncak klasemen tidak lagi terkejar.

Keberhasilan ini mengakhiri penantikan panjang Arsenal selama 22 tahun untuk kembali merajai kompetisi tertinggi sepak bola Inggris. Klub asal London Utara tersebut terakhir kali mengangkat trofi liga pada musim 2003/04 saat mencetak rekor tidak terkalahkan.

Gelar juara ini menjadi buah dari transformasi besar yang diusung oleh manajer Mikel Arteta. Juru taktik asal Spanyol tersebut mulai membangun ulang kekuatan tim sejak ditunjuk pada Desember 2019.

Koleksi 14 gelar juara liga menempatkan Arsenal di posisi ketiga sebagai pengoleksi trofi terbanyak di Inggris. Mereka kini hanya berada di bawah Liverpool dan Manchester United yang masing-masing mengoleksi 20 gelar kasta tertinggi.

The Gunners juga menorehkan sejarah sebagai satu-satunya klub yang mampu memenangkan gelar liga dalam delapan dekade berbeda. Keberhasilan ini membentang panjang mulai dari periode era 1930-an hingga dekade 2020-an.

Selain itu, terdapat sebuah catatan unik yang selalu mengiringi empat gelar Premier League terakhir milik Arsenal. Setiap kali menjadi juara, mereka selalu mengenakan jersei dengan sponsor yang berbeda, dan tim yang berada di posisi kedua juga selalu berganti.

Daftar Sponsor Jersei Juara Arsenal dan Tim Runner-Up Premier League
MusimSponsor JerseiTim Peringkat Kedua
1997/98JVCManchester United
2001/02Sega/DreamcastLiverpool
2003/04O2Chelsea
2025/26Fly EmiratesManchester City

Dominasi Bola Mati dan Rekor Sepak Pojok

Kunci keberhasilan Arsenal merengkuh takhta musim ini tidak lepas dari keunggulan mereka dalam memanfaatkan situasi bola mati. Lini serang armada Mikel Arteta mencatatkan dominasi yang sangat mencolok melalui skema tersebut.

Arsenal sukses melesakkan 18 gol yang berawal dari situasi sepak pojok di sepanjang musim ini. Catatan tersebut memecahkan rekor Premier League yang sebelumnya bertahan selama 33 tahun milik Oldham Athletic dengan 16 gol pada musim 1992/93.

Rekor lawas itu sebenarnya sempat dilewati oleh Tottenham Hotspur yang mengemas 17 gol dari sepak pojok musim ini. Namun, Arsenal tampil lebih produktif dengan membukukan 18 gol dari skema yang sama.

Secara keseluruhan, Arsenal memproduksi 28 gol dari total 68 gol liga mereka musim ini lewat situasi bola mati. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dan unggul tiga gol lebih banyak dibandingkan tim lain di Premier League.

Tembok Kokoh David Raya di Bawah Mistar

Kekuatan lini serang Arsenal diimbangi dengan ketangguhan sektor pertahanan yang dikawal oleh David Raya. Penjaga gawang asal Spanyol tersebut tampil impresif di bawah mistar sepanjang kompetisi berlangsung.

Raya membukukan 19 clean sheet yang menyamai rekor nirbobol terbanyak kiper Arsenal dalam satu musim Premier League. Rekor klub tersebut sebelumnya dipegang oleh kiper legendaris David Seaman pada musim 1993/94 dan 1998/99.

Kiper utama The Gunners ini berpeluang menjadi pemilik rekor tunggal jika mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan pada laga pamungkas melawan Crystal Palace. Raya juga telah mengamankan penghargaan Golden Glove untuk musim ketiga secara beruntun.

Kepastian penghargaan individu tersebut didapat setelah ia mencatatkan clean sheet ke-18 dalam pertandingan melawan West Ham. Pencapaian ini membuat Raya menjadi kiper keempat dalam sejarah Premier League yang memenangkan Golden Glove tiga kali beruntun.

David Raya kini hanya membutuhkan satu penghargaan Golden Glove lagi pada musim depan untuk menyamai rekor sepanjang masa. Rekor empat penghargaan Golden Glove dalam sejarah Premier League saat ini masih dipegang oleh Petr Cech dan Joe Hart.

Artikel terkait