Arsenal akhirnya resmi mengunci gelar juara Premier League musim 2025/2026. Keberhasilan The Gunners merajai kompetisi sepak bola tertinggi di Inggris musim ini tidak lepas dari modal pertahanan mereka yang sangat kokoh.
Kepastian gelar juara bagi Arsenal diperoleh setelah sang rival, Manchester City, bermain imbang 1-1 saat menghadapi Bournemouth di Vitality Stadium pada Rabu dini hari WIB, seperti dilansir dari Detik Sport. Tambahan satu poin membuat Manchester City tertahan dengan 78 poin.
Dengan menyisakan satu pertandingan, Manchester City dipastikan tidak mampu lagi mengejar perolehan Arsenal yang kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi 82 poin.
Pencapaian ini sekaligus menyudahi puasa gelar juara liga yang dialami Arsenal selama 22 tahun. Tim Meriam London terakhir kali mengangkat trofi tersebut pada musim 2004 silam.
Keberhasilan ini juga mengakhiri label runner-up berturut-turut yang sempat melekat pada Arsenal sejak tahun 2023. Label tersebut sempat membuat mereka mendapatkan julukan sebagai tim penjaga trofi.
Namun, performa lini belakang yang solid sepanjang musim ini membuat Arsenal mampu mengamankan trofi ke pangkuan mereka sendiri. Lini pertahanan skuad asuhan Mikel Arteta mencatatkan statistik luar biasa dengan membukukan total 19 clean sheet.
Arsenal menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di kompetisi musim ini dengan catatan hanya kemasukan 26 gol. Di sektor penyerangan, mereka juga tampil tajam lewat torehan 69 gol, hanya berada di bawah catatan 76 gol milik Manchester City.
Kehebatan pertahanan Arsenal tercermin dari kemampuan mereka meredam agresivitas serangan lawan. Mereka mencatatkan angka perkiraan kebobolan atau expected goals (xG) paling rendah, yaitu di angka 27,32.
Sepanjang musim ini, gawang Arsenal tercatat hanya menerima 48 kali peluang emas dari tim lawan. Statistik tersebut menjadi yang paling minim di antara kontestan Premier League lainnya.
Kondisi ini membuat tim lawan rata-rata hanya sanggup melepaskan total delapan tembakan saat berhadapan dengan lini belakang Arsenal. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 2,4 tembakan per laga yang benar-benar mengarah tepat ke gawang.
Arsenal juga menunjukkan keahlian tinggi dalam mencegah pemain lawan mersekusi area terlarang. Tim lawan rata-rata hanya mampu melakukan 16,1 kali sentuhan bola di dalam kotak penalti Arsenal per pertandingan.
Ketangguhan lini pertahanan ini berdampak positif bagi David Raya. Kiper utama Arsenal tersebut berhasil mengamankan penghargaan sarung tangan emas dalam tiga musim terakhir secara beruntun, termasuk lewat torehan 18 clean sheet pada musim ini.
Kondisi ini selaras dengan prinsip sepak bola legendaris yang pernah disampaikan oleh mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson.
"Attack wins you games, Defence wins you titles!"