Jemaah yang melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, Makkah, maupun Masjid Nabawi, Madinah, sering mendengar seruan khusus sesudah shalat fardu. Seruan singkat dalam bahasa Arab tersebut merupakan aba-aba sebelum dimulainya shalat jenazah.
Dilansir dari Cahaya, pengumuman ini memiliki fungsi krusial karena menginformasikan identitas atau kategori jenazah yang akan dishalatkan. Hal ini berkaitan erat dengan penetapan niat bagi jemaah sebelum memulai takbir pertama.
Setiap frasa yang diucapkan imam atau petugas masjid memiliki arti spesifik sesuai dengan kondisi jenazah saat itu. Pemahaman terhadap istilah-istilah ini membantu jemaah yang berada di saf jauh untuk tetap khusyuk meski tidak melihat jenazah secara langsung.
Pengumuman shalat jenazah di Dua Masjid Suci menggunakan empat jenis frasa yang berbeda. Frasa pertama yang sering terdengar adalah "As-salātu ‘ala al-mayyit". Seruan ini ditujukan ketika jenazah yang akan dishalatkan berjumlah satu orang dewasa.
Istilah "al-mayyit" dalam tata bahasa Arab merujuk pada bentuk tunggal untuk orang yang meninggal dunia. Sementara itu, jika terdapat lebih dari satu jenazah dewasa, petugas akan menyerukan frasa kedua, yaitu "As-salātu ‘ala al-amwāt".
Kata "al-amwāt" merupakan bentuk jamak dari orang-orang yang telah wafat. Perbedaan penggunaan kata tunggal dan jamak ini menuntut jemaah untuk menyesuaikan niat mereka, apakah mendoakan satu orang atau kelompok jenazah sekaligus.
Seruan Khusus untuk Jenazah Anak-anak
Selain orang dewasa, terdapat pula seruan khusus untuk jenazah anak-anak dengan bunyi "As-salātu ‘ala al-ṭifl". Dalam bahasa Arab, kata "al-ṭifl" memiliki arti anak-anak, sehingga jemaah dapat mengetahui bahwa yang didoakan adalah seorang bocah.
Kondisi keempat terjadi apabila terdapat penggabungan antara jenazah dewasa dan anak-anak dalam satu waktu shalat. Petugas akan menyerukan kalimat "Al-amwāt wa al-ṭifl" sebagai penanda bagi seluruh jemaah yang hadir.
Pengetahuan mengenai perbedaan makna antara al-mayyit, al-amwāt, dan al-ṭifl sangat membantu efektivitas ibadah. Dengan jumlah jemaah yang sangat besar di Makkah dan Madinah, informasi suara ini menjadi panduan utama dalam membentuk niat shalat yang jelas.
Pelaksanaan shalat jenazah yang dilakukan tepat setelah shalat fardu menuntut persiapan cepat dari jemaah. Melalui pemahaman seruan ini, jemaah dapat mengikuti prosesi ibadah dengan lebih bermakna dan sesuai dengan tujuan doa yang dipanjatkan.