Pemerintah Amerika Serikat memperketat regulasi teknologi dengan mewajibkan perusahaan besar seperti Microsoft, Google, dan xAI memberikan akses awal pengujian model kecerdasan buatan (AI) terbaru sebelum diluncurkan secara publik pada pekan lalu. Langkah ini dipimpin oleh Center for AI Standards and Innovation (CAISI) di bawah Departemen Perdagangan.
Akses khusus tersebut diberikan agar otoritas dapat mengevaluasi risiko keamanan nasional sebelum teknologi AI digunakan secara luas, sebagaimana dilansir dari Tekno. Pengawasan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap kemampuan model canggih, termasuk model AI Mythos buatan Anthropic yang dinilai mampu memfasilitasi serangan siber.
CAISI menyatakan bahwa proses pengujian mencakup penilaian terhadap berbagai potensi ancaman, mulai dari peretasan hingga penyalahgunaan AI untuk sektor militer. Direktur CAISI, Chris Fall, memberikan penegasan mengenai urgensi pengukuran teknologi tersebut secara mendalam.
"Ilmu pengukuran yang independen dan ketat sangat penting untuk memahami AI mutakhir dan implikasinya terhadap keamanan nasional," kata Chris Fall, Direktur CAISI.
Microsoft menyambut kerja sama tersebut dan berkomitmen melibatkan ilmuwan pemerintah guna mendeteksi perilaku tidak terduga pada sistem mereka. Kerja sama ini juga mencakup pengembangan dataset serta alur kerja pengujian bersama yang serupa dengan kesepakatan Microsoft sebelumnya dengan AI Security Institute di Inggris.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari aturan era Presiden Donald Trump pada Juli 2025 yang menargetkan pemeriksaan risiko keamanan pada model AI. Sejauh ini, CAISI melaporkan telah merampungkan lebih dari 40 evaluasi model, termasuk beberapa versi yang sengaja dikurangi pengamanannya agar risiko lebih mudah diidentifikasi.
Di sisi lain, Pentagon juga menjalin kemitraan dengan tujuh perusahaan AI untuk integrasi teknologi pada jaringan rahasia Departemen Pertahanan. Namun, Anthropic tidak terlibat dalam daftar kerja sama Pentagon tersebut akibat adanya ketidaksepakatan terkait batasan penggunaan AI bagi kepentingan militer.