Pemerintah Amerika Serikat membuka akses publik terhadap lebih dari 170 berkas rahasia terkait penampakan Unidentified Anomalous Phenomena (UAP) atau UFO di situs web Departemen Perang pada 8 Mei 2026, dilansir dari Detik iNET. Langkah ini mengungkap arsip militer yang tersimpan sejak era 1940-an tanpa disertai penjelasan resmi dari otoritas terkait.
Kebijakan transparansi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Donald Trump yang telah direncanakan sejak pertengahan April lalu. Pengungkapan data ini mencakup beragam kesaksian mulai dari masyarakat sipil, petugas kepolisian, hingga personel militer aktif yang bertugas di berbagai wilayah.
Trump memberikan pernyataan mengenai komitmennya terhadap keterbukaan informasi ini saat menghadiri sebuah acara di organisasi Turning Point USA pada 17 April 2026.
"Proses ini sedang berlangsung, dan kami menemukan banyak dokumen yang sangat menarik. Rilis pertama akan dimulai sangat, sangat segera," ujar Trump.
Data yang dipublikasikan memuat laporan sejarah penting, termasuk kesaksian Leland Sammers, seorang petani di California pada 18 Februari 1947. Selain itu, terdapat catatan mendesak tahun 1952 mengenai objek bercahaya biru yang disaksikan karyawan pabrik kimia DuPont di Carolina Selatan.
Kesaksian dari sektor penerbangan dan luar angkasa turut menjadi bagian krusial dalam dokumen tersebut. Awak pesawat Pan American pada tahun 1947 melaporkan objek silinder emas, sementara astronaut misi Gemini 7 pada 4 Desember 1965 memberikan laporan langsung dari orbit bumi.
Istilah teknis tertentu sempat muncul dalam percakapan astronaut yang kemudian didokumentasikan dalam catatan tulisan tangan pejabat badan antariksa NASA.
"Penampakan UFO oleh Borman," tulis pejabat tersebut.
Laporan visual yang paling menyita perhatian publik berasal dari rekaman video sensor inframerah pilot jet tempur Angkatan Laut AS. Dokumen ini menampilkan objek berbentuk bintang bersudut delapan yang melakukan manuver di langit Timur Tengah pada 2013, serta penampakan objek serupa bola pada awal tahun 2024.
Mantan Letnan Ryan Graves memberikan rincian visual mengenai salah satu objek yang pernah ditemuinya saat bertugas dalam wawancara media.
"kubus hitam atau abu-abu gelap di dalam bola bening," kata Graves.
Pentagon menegaskan bahwa perilisan dokumen ini dilakukan apa adanya tanpa menyimpulkan asal-usul objek tersebut sebagai entitas luar angkasa. Departemen Pertahanan AS menjadwalkan perilisan berkas tambahan secara bertahap untuk mendukung keterbukaan informasi mengenai anomali di wilayah udara.