Lonjakan permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu proyeksi kelangkaan pasokan chip global dalam jangka waktu panjang akibat keterbatasan kapasitas produksi semikonduktor.
Kondisi pasar tersebut disampaikan oleh President dan CEO ASML Christophe Fouquet pada Rabu (20/5/2026) seperti dilansir dari Sosok. Menurutnya, realisasi berbagai proyek teknologi berskala besar berpotensi memperparah tekanan terhadap kapasitas industri semikonduktor global selama beberapa tahun ke depan, salah satunya proyek TeraFab kepunyaan Elon Musk.
"Permintaan AI datang sangat kuat sehingga pasar akan tetap berada dalam kondisi kekurangan pasokan untuk waktu yang cukup lama," kata Fouquet.
Peningkatan kebutuhan chip dunia dipicu oleh konektivitas data yang mutlak diperlukan oleh berbagai inovasi teknologi mutakhir saat ini.
"Mobil tanpa pengemudi, robot humanoid, dan semua produk itu harus terhubung ke data," ujar Fouquet.
Sebagai produsen mesin litografi chip paling mutakhir, ASML memegang peran krusial dalam ekosistem AI dunia. Fouquet menjelaskan bahwa korporasi kini berfokus memacu volume produksi sekaligus efisiensi mesin demi merespons kebutuhan pasar.
ASML memproyeksikan produksi chip logika pertama yang mengintegrasikan teknologi High NA EUV milik mereka bakal dimulai dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, korporasi tengah merancang alat advanced packaging generasi teranyar guna mendukung pembuatan chip AI berskala besar.
"Sekarang memang masih menjadi bagian kecil, tetapi ke depan ini akan menjadi peluang baru bagi ASML," kata Fouquet.
Di sisi lain, Fouquet mengkritik regulasi AI di kawasan Uni Eropa yang dinilai terlampau rumit. Hambatan regulasi dan kompleksitas aturan tersebut ditengarai membuat banyak perusahaan khawatir untuk berekspansi ke pasar Eropa, sehingga ia mendesak pembaruan hukum agar kawasan tersebut tidak tertinggal dalam kompetisi teknologi AI.
Fouquet juga menyuarakan perlunya konsistensi aturan ekspor mesin chip ke China. Ia menegaskan bahwa produk mesin DUV yang dipasarkan ASML ke China saat ini menggunakan basis teknologi tahun 2015 yang posisinya sudah tertinggal delapan generasi dari teknologi terbaru.
Fouquet sendiri merupakan warga negara Prancis kelahiran 1973 yang memegang gelar master fisika dari Institut Polytechnique de Grenoble. Ia resmi memimpin ASML sejak 25 April 2024 menggantikan Peter Wennink dengan masa jabatan yang terjadwal hingga tahun 2028.
| Tahun | Jabatan | Perusahaan |
|---|---|---|
| 1997-2001 | Global Product Manager | Applied Materials |
| 2003-2008 | Director of Marketing | KLA Tencor |
| 2008-2013 | Posisi pemasaran dan manajemen produk | ASML |
| 2013-2018 | Executive Vice President Applications | ASML |
| 2018-2022 | Executive Vice President EUV | ASML |
| 2022-2024 | Chief Business Officer | ASML |
| 2024-2028 | Presiden dan CEO | ASML |
Fokus kepemimpinan Fouquet di ASML dipastikan tetap bertumpu pada aspek pelayanan pelanggan, jalinan kolaborasi, serta akselerasi inovasi teknologi di tengah ekspansi industri kecerdasan buatan dunia.