Aston Villa dan SC Freiburg Perebutkan Trofi Liga Eropa di Istanbul

Aston Villa dan SC Freiburg Perebutkan Trofi Liga Eropa di Istanbul

Aston Villa dan SC Freiburg akan bertanding memperebutkan trofi dalam babak final Liga Eropa 2025/2026 di Stadion Tupras, Istanbul, Turki, pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 15.00 waktu setempat.

Pertandingan final ini menjadi momen krusial bagi kedua tim untuk mengakhiri puasa gelar panjang ataupun mencetak sejarah baru di level kompetisi Benua Eropa.

Berdasarkan data simulasi komputer Opta, Aston Villa lebih diunggulkan dengan probabilitas kemenangan mencapai 56,5 persen, sedangkan Freiburg hanya mengantongi peluang sebesar 19,4 persen.

Catatan bbc.com menunjukkan skuad asuhan Unai Emery telah mengemas 26 kemenangan di kompetisi Eropa sejak awal musim 2023/2024, jumlah terbanyak di antara tim lain.

Kiper Aston Villa, Emiliano Martinez, membagikan kisah emosionalnya mengenai dinamika bursa transfer musim panas lalu ketika dirinya sempat dirumorkan akan hengkang menuju Manchester United.

"Ya, saya mengucapkan selamat goodbye dan menangis ketika meninggalkan keluarga saya dari Argentina ke Inggris juga," kata Martinez mengenang air matanya di pertandingan kandang terakhir musim lalu.

Martinez kemudian menegaskan komitmen jangka panjangnya bersama tim yang bermarkas di Villa Park tersebut serta rasa bangganya terhadap kestabilan proyek klub di bawah arahan Emery.

"I have a commitment dengan Aston Villa. Saya adalah pemenang Piala Dunia bersama Aston Villa, saya telah memenangkan dua Golden Gloves bersama Aston Villa. Saya akan selalu dan selamanya mencintai klub ini. Suatu hari nanti saya akan pensiun, jadi orang lain harus menggantikan posisi saya di bawah mistar gawang," jelas Martinez.

Kiper tim nasional Argentina ini juga mengutarakan bahwa perjuangan keras masa lalunya menjadi bahan bakar motivasi utama untuk mempersembahkan gelar juara bagi para suporter Villa.

"I think we deserve it, saya pikir para penggemar pantas mendapatkannya, dan jelas manajer telah memiliki empat atau lima final di kompetisi ini," kata Martinez.

Pemain berusia 33 tahun itu menambahkan bahwa kesolidan tim menjadi fondasi utama yang membuat mereka mampu bersaing dengan tim-tim raksasa beranggaran besar lainnya.

"Dengar, saya berada di final Eropa dan kami kembali lolos ke Liga Champions dengan segala keadaan yang kami alami dan pertarungan yang kami jalani tahun ini. Kami adalah salah satu klub dengan pengeluaran terendah di Liga Premier. Kami memiliki pelatih terbaik, kapten terbaik, dan inti tim yang solid. Ketika kami bersatu dan berjuang bersama, saya yakin kami bisa mengalahkan siapa pun," kata kiper tersebut.

Emiliano Martinez menyamakan gairah memburu trofi pertamanya di Aston Villa ini dengan ambisi besarnya saat menjuarai Copa America bersama Argentina pada tahun 2021 silam.

"I went into my first Copa América tanpa melihat Argentina win a trophy," kata Martinez dilansir dari theguardian.com.

Ia menceritakan bagaimana kerinduan mendalam para pendukung fanatik di Birmingham yang belum pernah menyaksikan langsung klub kebanggaan mereka mengangkat trofi Eropa dalam beberapa dekade terakhir.

"I was 27, 28 years old and this is the same. In Birmingham the Villa fans always say: ‘I’ve never seen Villa in a European final, I’ve never seen Villa lifting a trophy.’ So it’s that same mindset as I went into my first Copa América, with that anger, belief and confidence I can do it. I believe in my team and myself," ujar Martinez.

Penjaga gawang utama Aston Villa tersebut juga merefleksikan anggaran belanja tim yang relatif rendah namun mampu menembus zona papan atas Liga Inggris dan kompetisi Eropa.

"We are in a European final, in the Champions League again with all the circumstances and the ups and downs, and with the budget we had this year, we were among the lowest spenders in the Premier League," kata Martinez.

Terlepas dari berbagai gejolak yang sempat terjadi di masa bursa transfer lalu, Martinez menyatakan keputusannya bertahan di skuad The Villans sudah sangat tepat.

"Sometimes football can change … when we stick together and fight together we can beat anybody. I am really proud to stay – I made the right choice," tutur Martinez.

Manajer Aston Villa, Unai Emery, menegaskan dirinya enggan jemawa meski memegang rekor sebagai pelatih paling sukses sepanjang sejarah kompetisi Liga Eropa dengan raihan empat trofi juara.

"I am not a king in this competition," kata Emery menanggapi julukan raja Liga Eropa yang disematkan kepadanya.

Emery menyampaikan bahwa pencapaian masa lalunya bersama Sevilla dan Villarreal tidak menjamin kemenangan instan dalam pertandingan final melawan Freiburg di Turki.

"I am now here with Aston Villa in a new chapter. Everything I did is done and of course it's there in that moment but with it I am not winning," jelas Emery.

Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut menekankan pentingnya fokus total serta kewaspadaan penuh terhadap kekuatan strategi perwakilan dari Bundesliga Jerman.

"I need to win [in Turkey] with the players we have now, with Villa now. So now it's a new way, a new moment, and hopefully a new era," ungkap Emery.

Emery mengingatkan seluruh anak asuhnya untuk menjaga mentalitas kuat dan menghormati kompetisi Eropa agar tidak tergelincir di partai puncak.

"If you are not respecting the opponent, you are closer to losing. If you are not respecting Europe, like we did during the process, we are not here. This is the strong mentality we had before," papar Emery.

Mantan pelatih Paris Saint-Germain tersebut juga menolak memikirkan rencana selebrasi atau pesta apa pun sebelum peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup.

"We have a huge challenge, a huge challenge. Are we thinking about the next party on Friday? No, no," tegas Emery kepada bbc.com.

Dalam sesi konferensi pers terpisah yang dilansir theguardian.com, Emery kembali menegaskan pentingnya konsentrasi penuh demi membuka lembaran baru kesuksesan klub.

"I am not a king in this competition," ujar Emery mengulang pernyataannya.

Ia menginstruksikan para pemain Aston Villa untuk mencurahkan seluruh kemampuan terbaik mereka di lapangan tanpa terbebani catatan statistik historis.

"I am now here with Aston Villa in a new chapter. And everything I did is done – of course it's there in that moment but with it I am not winning tomorrow. I need to win with the players we have now, with Villa now. It’s a new way, a new moment and, hopefully, a new era," kata Emery.

Emery menilai laga final ini merupakan tantangan masif yang menuntut kesiapan fisik dan mental seratus persen dari seluruh elemen tim.

"We have a huge challenge," kata Emery.

Dirinya kembali menggarisbawahi bahwa fokus penuh adalah harga mati bagi skuadnya sebelum laga final selesai dimainkan.

"Are we thinking about the next party on Friday? No, no, no," tukas Emery.

Kapten Aston Villa, John McGinn, mengimbau rekan-rekan setimnya untuk memberikan penghormatan tinggi bagi para suporter setia yang telah menemani perjalanan klub sejak masa-masa sulit di divisi Championship.

"If we lose that match, are Aston Villa here at the minute?" tanya McGinn merujuk pada laga krusial babak playoff promosi beberapa tahun lalu.

McGinn berharap timnya mampu mempersembahkan kemenangan bersejarah sebagai hadiah istimewa bagi para pendukung yang rela melakukan perjalanan jauh.

"Probably not. For us, tomorrow night, it will be nice to see the supporters who were there at Rotherham away, Wigan away, nights like that on a Tuesday evening when it’s very easy to stay at home. They deserve it just as much as the players do and hopefully we can give them something to remember," tutur McGinn.

Pelatih SC Freiburg, Julian Schuster, memuji konsistensi dan keharmonisan taktik yang ditunjukkan oleh kubu Aston Villa sepanjang musim ini.

"Villa has an outstanding squad. It's incredible how they work in such harmony, and they have a clear plan in every individual phase of the match," kata Schuster dilansir dari beinsports.com.

Meski menghadapi laga berat, Schuster menegaskan tidak merasa gugup dan memiliki kepercayaan tinggi terhadap kualitas serta kompetensi skuad asuhannya.

"It will be a huge and great challenge for us tomorrow. It is very special. We've recently been in the second division and now are going to play a European final," ungkap Schuster.

Mantan pemain Freiburg tersebut optimistis timnya mampu mengimbangi strategi matang yang dipersiapkan oleh Unai Emery.

"I have so much confidence in my team, and they give me that belief because there's so much quality," urai Schuster.

Schuster menekankan bahwa modal mental yang kuat akan menjadi kunci utama anak asuhnya menghadapi tekanan atmosfer stadion.

"I am not nervous, we have the confidence we need to play a great team and a great coach tomorrow," kata Schuster.

Gelandang SC Freiburg, Maximilian Eggestein, mengakui kehebatan rekam jejak Unai Emery namun memilih fokus sepenuhnya pada analisis kekuatan Aston Villa saat ini.

"We're aware that [Unai Emery] is the most successful coach in the history of the tournament, but that was with Sevilla and Villarreal, so we haven't analysed that – only his Aston Villa team is relevant to us," kata Eggestein.

Eggestein menceritakan bagaimana keyakinan internal timnya terus tumbuh secara bertahap seiring berjalannya kompetisi hingga mampu menembus babak final.

"At the start of the competition, we didn't think we might end up playing in the final. It just happened that way. As the season went on, we started to believe that we could do it," jelas Eggestein.

Pemain tengah asal Jerman tersebut berharap Freiburg mampu mencatatkan sejarah manis dan membawa pulang trofi ke kota asal mereka.

"We're very proud to be here, and we hope we can take that final step tomorrow and make our city very proud," pungkas Eggestein.

Artikel terkait