Aston Villa Hadapi Freiburg di Final Liga Europa Turki

Aston Villa Hadapi Freiburg di Final Liga Europa Turki

Aston Villa dijadwalkan bertanding melawan Freiburg dalam laga final Liga Europa pada Kamis (21/5/2026) dini hari WIB di Tupras Stadium, Turki. Pertandingan pamungkas ini menjadi momen bersejarah karena merupakan final Liga Europa pertama bagi kedua kesebelasan sepanjang sejarah mereka.

Kondisi berbeda dialami oleh manajer Aston Villa, Unai Emery, yang akan menjalani partai final keenamnya di kompetisi kasta kedua Eropa tersebut. Dilansir dari Detik Sport, Emery saat ini memegang status sebagai pelatih tersukses di Liga Europa dengan koleksi empat gelar juara.

Catatan mentereng tersebut diraih Emery saat tiga kali membawa Sevilla menjadi juara dan sekali ketika menangani Villarreal. Meski memiliki rekor mengesankan, pria berusia 54 tahun tersebut memilih tetap merendah dan fokus penuh untuk membawa Aston Villa meraih trofi juara tanpa menganggap remeh Freiburg.

"Aku bukan raja di kompetisi ini. Aku sekarang bersama Aston Villa dalam babak baru dan semua yang telah aku lakukan telah selesai," kata Emery jelang final Liga Europa, dikutip dari ESPN.

Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa pencapaian masa lalunya tidak akan memengaruhi hasil pertandingan yang harus dihadapi sekarang. Dirinya merasa perlu berjuang kembali bersama skuadnya yang ada saat ini untuk menghadapi tantangan di depan mata.

"Yang dulu biarlah berlalu, aku tak menang dengan itu. Aku perlu menang dengan para pemain yang dimiliki sekarang, dengan Aston Villa, dengan lawan yang kami hadapi nanti," dia menambahkan.

Target baru kini dipasang oleh Emery demi membawa klub asal Inggris tersebut mencatatkan sejarah baru di kancah Eropa. Dirinya enggan terus melihat ke belakang dan lebih memilih fokus pada masa sekarang.

"Oleh sebab itu sekarang adalah cara baru, momen baru, dan semoga era baru. Aku tidak ingin banyak berbicara tentang apa yang telah aku lakukan sebelumnya," tegasnya.

Di atas kertas, Aston Villa lebih diunggulkan menjadi juara berkat faktor pengalaman Eropa yang dimiliki sang manajer. Di sisi lain, Freiburg menempatkan diri sebagai tim underdog yang berambisi mengamankan tiket perdana ke Liga Champions musim depan melalui jalur juara Liga Europa.

Artikel terkait