Skuad Aston Villa bersiap mencetak sejarah baru menjelang pertandingan final Liga Europa melawan wakil Jerman, SC Freiburg, di Stadion Tupras, Istanbul, Turki, pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 15.00 waktu setempat.
Pertandingan pamungkas ini menjadi momentum krusial bagi klub asal Inggris tersebut untuk membawa pulang trofi mayor pertama mereka dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Manajer Aston Villa, Unai Emery, menegaskan bahwa pencapaian masa lalunya di kompetisi ini tidak akan memengaruhi hasil laga esok hari.
"I am not a king in this competition." kata Emery dilansir dari espn.com.
Emery yang pernah menjuarai ajang ini tiga kali bersama Sevilla dan sekali dengan Villarreal kini memilih fokus penuh pada pengembangan struktur skuadnya saat ini. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai performa anak asuhnya di kompetisi Eropa sebelumnya telah membuktikan kapasitas tim di level tertinggi.
"I am now with Aston Villa in a new chapter and everything I did is done. It's there in that moment, but with it I am not winning tomorrow." ujar Emery.
Mantan pelatih Arsenal itu juga meminta para pemain untuk mengelola emosi dengan baik serta mengubah tekanan besar di partai final menjadi motivasi yang positif.
"I need to win tomorrow with the players we have now, with Aston Villa now, with the opponent we face tomorrow. So it's a new way, a new moment and hopefully a new era." kata Emery.
Emery juga tidak ingin terlalu banyak membahas pencapaian yang sudah berlalu di masa lalu.
"I don't want to speak a lot about the thing we did before." tutur Emery.
Meskipun Aston Villa sempat memulai awal musim ini dengan buruk, Emery memuji kedewasaan para pemainnya yang mampu bangkit dari masa-masa sulit.
"Now, this year, and the matches we played before in the Conference League or in the Champions League, and they are showing the capacity to play at a high level." sebut Emery.
Kerja keras bersama antara jajaran pelatih dan pemain menjadi kunci utama penyelesaian masalah tersebut.
"This is a process. A process [for] how we could achieve, building the team and our structure." kata Emery.
Pengalaman bertanding di berbagai laga besar dinilai akan membantu Aston Villa dalam menghadapi tekanan di partai puncak.
"Now it's a new experience we will have tomorrow. It's very important how we manage our emotions and we've done it for a lot of matches and there are a lot of emotions." jelas Emery.
Emery menyatakan tekanan muncul karena tim sedang memperjuangkan sesuatu yang sangat penting bagi sejarah klub.
"The pressure is here as well, but we must try to understand the pressure like something positive, not negative. And the pressure is when you are playing for something important. And of course we have experience here." kata Emery.
Emery mengakui sempat merasa sangat cemas pada awal musim sebelum akhirnya menemukan solusi yang tepat.
"We started so poorly at the beginning of the season for different reasons. But how the players responded in the difficult moments was really amazing." ungkap Emery.
Kerja keras bersama antara jajaran pelatih dan pemain menjadi kunci utama penyelesaian masalah tersebut.
"We were mature in the difficult moments. This is the most important characteristic we had during the season -- mature and responsible." kata Emery.
Emery mengakui sempat merasa sangat cemas pada awal musim sebelum akhirnya menemukan solusi yang tepat.
"I was worried at the beginning. Really worried. I was always trying to find solutions in each moment. I needed the players, I needed the work we did and the reaction we did. But we did it together." pungkas Emery.
Kapten Aston Villa, John McGinn, turut mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian tim dan menegaskan fokus penuh seluruh skuad untuk menghormati kekuatan SC Freiburg.
"It fills me with pride as to where the club is now, and it also fills me with pride as to where this club could go," kata McGinn.
McGinn menambahkan bahwa tim tidak ingin terjebak dalam perayaan yang berlebihan sebelum pertandingan selesai dilakukan.
"As the manager [Emery] has touched upon, this isn't something we want to come here and celebrate in a sort of fanfare. We want to be focused on this match; we know how good Freiburg are." ujar McGinn.
Ia menyadari melaju hingga babak final bukanlah perkara mudah sehingga tim harus tetap konsisten dengan performa mereka.
"We know how difficult it is to get to a final. So we'll treat them with the utmost respect, like they deserve. And we will only build as a club if we keep doing the same things we are doing." tutur McGinn.
Bagi McGinn, memimpin Aston Villa di laga final ini menjadi momen paling membanggakan dalam kariernya sebagai kapten.
"But if you ask on a personal level after all the years I've been here, it definitely is the proudest moment as captain here." kata McGinn.
Mantan penyerang Aston Villa, Dion Dublin, menyampaikan kepada BBC Radio 5 Live Breakfast bahwa laga ini sangat dinantikan oleh para pendukung yang sudah lama mendambakan kesuksesan.
"It's absolutely huge. I was at the club for six years, in the late nineties and early noughties, I was playing with Ginola, Merson and Southgate, some of the best players ever and we didn't really achieve anything either." kata Dublin.
Dublin menilai kombinasi antara Unai Emery dan manajemen klub terjalin sangat baik karena pelatih diberikan kontrol penuh terhadap tim.
"The fans have had to wait a long time for any success at all, any trophies. Now it is here, with this group of players under one of the best managers this football club could ever get hold of. I think the balance between Unai Emery and Villa is a very, very good match. It works, they have given him full control. The players have got on board and look where they are, look at the players they have." urai Dublin.
Di sisi lain, bek tengah Ezri Konsa membagikan cerita unik mengenai dukungan luar biasa dari salah satu suporter terkemuka klub, Pangeran William, yang kerap mengunjungi ruang ganti.
"Sejak saya bergabung, ia telah menunjukkan dukungan yang luar biasa, datang ke ruang ganti dan memperlakukan kami dengan sangat hormat," kata Konsa saat berbicara kepada The Telegraph.
Konsa mengakui bahwa meskipun ia tidak sepenuhnya yakin dengan kedalaman keahlian taktis sang pangeran, ia sangat senang dengan pengakuan dari sang pangeran.
"Saya tidak tahu banyak tentang pengetahuan sepak bolanya, tapi ia pernah memanggil saya ‘Rolls-Royce’. Saya terima itu. Itu terngiang di kepala saya, dan rasanya menyenangkan." lanjut Konsa.
Konsa mengaku bahwa keseriusan situasi tersebut sering kali baru terasa oleh para pemain setelah mereka meninggalkan stadion dan kembali ke kehidupan sehari-hari.
"Rasanya aneh karena pada hari pertandingan, saat dia masuk, kamu fokus pada pertandingan dan berada di momen itu, dan kamu tidak menyadari betapa besarnya arti kedatangannya untuk menyapa semua orang dan menjabat tangan mereka," jelas sang bek.
Mendapatkan dukungan dari pewaris takhta Inggris tersebut dinilai memberikan suntikan moral yang besar, terlebih bagi beberapa pemain asing di skuad yang awalnya belum mengetahui identitas sang pangeran.
"Kadang-kadang kamu terbawa suasana, lalu pulang dan berpikir, ‘Astaga, aku baru saja berjabat tangan dengannya, dan dia tahu namaku serta segala hal tentangku.’ Mendapatkan dukungannya sungguh luar biasa, tidak hanya bagi klub tetapi juga bagi các pemain." tambah Konsa.
Kunjungan sang pangeran telah menjadi pengalaman edukatif bagi beberapa rekan setimnya.
"Beberapa pemain tidak tahu siapa dia sebelumnya, karena mereka berasal dari berbagai negara, jadi bagi mereka untuk belajar tentang dirinya dan mengetahui siapa dia, itu sangat berarti," tambahnya.
Pangeran Wales yang lahir beberapa minggu setelah kemenangan Piala Eropa 1982 milik Villa kini diperkirakan akan hadir langsung di Turki untuk menyaksikan perjuangan skuad asuhan Unai Emery.