Astronaut China Berhasil Panen Tomat Aeroponik di Stasiun Tiangong

Astronaut China Berhasil Panen Tomat Aeroponik di Stasiun Tiangong

Stasiun antariksa Tiangong baru saja menyaksikan keberhasilan eksperimen budidaya tanaman di orbit Bumi. Para astronaut asal China yang sedang bertugas di sana dilaporkan telah berhasil memanen tomat luar angkasa hasil pengembangan mandiri.

Keberhasilan ini terekam dalam video yang dibagikan oleh China Central Television (CCTV). Seperti dilansir dari Detik iNET, video tersebut memperlihatkan deretan tomat ceri yang tumbuh subur melalui teknik budidaya aeroponik di dalam modul stasiun.

Para kru tampak antusias saat melakukan proses pemetikan. Setelah dipanen, tomat-tomat tersebut langsung disegel dan disimpan dalam wadah terpisah guna mendukung proses penelitian ilmiah lebih lanjut di laboratorium Bumi.

Proses penanaman tomat ini menggunakan perangkat inovatif yang dirancang oleh China Astronaut Research and Training Center. Sistem tersebut bekerja dengan mengubah air menjadi kabut halus guna meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya yang terbatas di luar angkasa.

Sebelum masa panen tiba, astronaut Zhang Hongzhang sempat memperlihatkan area hijau ini kepada publik melalui video tur singkat pada Februari lalu. Area tempat tanaman tumbuh tersebut mendapatkan julukan sebagai 'pojok penyembuhan' atau healing corner oleh para kru Tiangong.

Keberadaan tanaman hijau di tengah lingkungan ruang angkasa yang dingin dan kaku memberikan dampak psikologis positif bagi para astronaut. Area ini menjadi ruang rekreasi visual bagi awak yang tinggal berminggu-minggu di orbit.

Visi Misi Antariksa Jangka Panjang

Keberhasilan memanen tomat ceri ini merupakan langkah awal dari rangkaian eksperimen yang lebih luas. Awak misi Shenzhou-21 memiliki rencana untuk melanjutkan uji coba budidaya aeroponik pada komoditas pangan lainnya.

Beberapa jenis tanaman yang masuk dalam daftar uji coba berikutnya meliputi gandum, wortel, hingga berbagai tanaman obat pangan. Eksperimen ini bertujuan untuk memverifikasi keandalan teknologi pendukung kehidupan dalam skala yang lebih besar.

Data yang dikumpulkan dari seluruh proses budidaya ini akan menjadi pondasi krusial bagi misi antariksa jangka panjang. Ke depannya, sistem pendukung kehidupan bioregeneratif sangat diperlukan agar astronaut bisa bertahan hidup secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan reguler dari Bumi.

Rutinitas Eksperimen Fisika dan Kesehatan

Aktivitas di stasiun Tiangong tidak hanya terbatas pada sektor botani. Para awak secara rutin melaksanakan berbagai eksperimen ilmu fisika dalam kondisi mikrogravitasi, termasuk pemeliharaan komponen teknis pada mekanisme aksial dan pembersihan lensa jendela pandang.

Di sela-sela jadwal yang padat, mereka juga wajib melakukan inspeksi pada sistem pendukung kehidupan regeneratif. Langkah ini mencakup pemantauan mikroorganisme guna mencegah munculnya mikroba berbahaya di dalam lingkungan tertutup stasiun orbit.

Kesehatan kru juga menjadi prioritas melalui prosedur tes darah dan simulasi medis darurat secara berkala. Sampel medis tersebut dikirimkan datanya ke tim medis di Bumi untuk memantau kondisi fisik para astronaut secara presisi dan akurat.

Misi Shenzhou-21 sendiri diluncurkan dari Jiuquan Satellite Center pada 31 Oktober 2025 dengan membawa tiga orang awak. Para kru tercatat telah menyelesaikan rangkaian misi extravehicular activity (EVA) perdana mereka pada 9 Desember 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi