Distribusi hasil penyembelihan hewan pada Hari Raya Idul Adha memiliki ketentuan khusus dalam Islam agar tetap adil dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerimanya.
Dilansir dari Suara, para ulama secara umum membagi penyaluran daging kurban ke dalam tiga kategori utama yang didasarkan pada petunjuk Surah Al-Hajj ayat 28 dan 36.
Bagian pertama sebesar sepertiga diberikan kepada shohibul qurban atau orang yang berkurban, di mana mereka memiliki hak untuk mencicipi daging dari hewan yang telah disembelihnya sendiri.
Sepertiga berikutnya dialokasikan khusus untuk fakir miskin sebagai kelompok prioritas utama yang mendapatkan santunan guna memenuhi kebutuhan gizi mereka saat hari raya.
Adapun sepertiga terakhir dapat diserahkan sebagai hadiah kepada tetangga, kerabat, atau teman dekat, tanpa memandang status ekonomi mereka meskipun tergolong sebagai orang mampu.
Mengenai jumlah fisik yang diterima, setiap mustahik atau penerima manfaat idealnya mendapatkan antara 1 hingga 2 kilogram daging murni untuk dikonsumsi keluarga.
Takaran ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama masa tasyrik atau tiga hari pasca Idul Adha, sehingga manfaat ibadah kurban dapat dirasakan lebih maksimal.
Pemberian dalam jumlah terlalu sedikit, seperti hanya 0,5 kg, dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan gizi keluarga, sementara pemberian berlebih berisiko mengurangi jangkauan distribusi orang lain.
Cara Menghitung Estimasi Daging Sapi
Panitia dapat menggunakan rumus praktis untuk menentukan total paket yang bisa dibagikan dengan menghitung persentase dari berat hidup hewan ternak yang tersedia.
Jika seekor sapi memiliki berat hidup sekitar 350 kg, maka berat karkas atau gabungan daging dan tulang diperkirakan mencapai 50 persen dari berat hidup, yaitu sekitar 175 kg.
Dari angka karkas tersebut, berat daging murni diperkirakan mencapai 70 persen, yang berarti ada sekitar 122,5 kg daging bersih yang siap untuk dikemas secara terpisah.
Apabila jeroan, kepala, dan kaki turut diperhitungkan, total berat yang bisa didistribusikan dapat meningkat hingga mencapai angka sekitar 161 kg bagi masyarakat penerima manfaat.
Dengan estimasi 122,5 kg daging bersih yang dibagikan masing-masing seberat 1 kg, maka terdapat sekitar 122 orang yang dapat menerima manfaat dari satu ekor sapi tersebut.
Inovasi Pengolahan Daging Kurban
Pemanfaatan teknologi pangan seperti mengolah daging menjadi rendang atau kornet kalengan kini mulai banyak dilakukan untuk meningkatkan masa simpan dan mempermudah distribusi bantuan.
Menurut pandangan keagamaan, termasuk dari Tarjih Muhammadiyah, praktik ini diperbolehkan dan sangat dianjurkan untuk mendukung ketahanan pangan atau membantu korban bencana alam.
Ketentuan utamanya adalah penyembelihan tetap wajib dilakukan pada hari raya atau hari tasyrik, serta produk olahan tersebut dilarang keras untuk diperjualbelikan kepada pihak mana pun.