Umat Muslim sering memanjatkan doa Allahumma yassir saat berada dalam situasi sulit. Amalan ini menjadi bentuk permohonan agar Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap langkah yang dijalani.
Perintah untuk senantiasa berdoa telah ditegaskan dalam Al-Qur'an, tepatnya pada surah Gafir ayat 60. Dilansir dari Detikcom, Allah SWT berfirman sebagai berikut.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠
Artinya: "Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina."
Berikut adalah bacaan doa Allahumma yassir dalam teks Arab, latin, beserta artinya.
اَللَّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّرْ
Artinya: "Ya Allah, mudahkanlah dan janganlah engkau persulit."
Berdasarkan buku Menjadi Dai yang Sukses, kalimat ini diawali dengan seruan Allahumma yang berarti Ya Allah. Kata Yassir memiliki makna permohonan kemudahan, sementara Laa tu'assir berarti permintaan agar tidak dipersulit.
Landasan doa ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA. Nabi SAW bersabda sebagai berikut.
اَللّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّر, بَشِّرُوْوَلَا تُنَفِّرُو
Allahumma yassiruu walaa tu'assiruu, basyiruu walaa tunaffiruu
Artinya: "Permudahlah, jangan dipersulit, berilah kabar gembira, jangan ditakut-takuti." (HR Bukhari dan Muslim).
Waktu dan Keutamaan Mengamalkan Doa
Meskipun tidak ada batasan waktu khusus, terdapat beberapa momen mustajab untuk mengamalkan doa ini agar lebih didengar oleh Allah SWT. Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan, waktu-waktu tersebut meliputi sepertiga malam terakhir.
Selain itu, muslim dianjurkan berdoa setelah salat fardhu, di antara azan dan ikamah, serta saat turun hujan. Pengamalan doa ini diyakini mampu memberikan ketenangan batin, menghilangkan kecemasan, serta memperkuat kedekatan hamba dengan penciptanya.
Variasi Doa Dimudahkan Urusan Lainnya
Selain Allahumma yassir, terdapat beberapa doa lain yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadits untuk memohon kelancaran urusan. Salah satunya adalah doa Nabi Musa AS dalam surah Thaha ayat 25-28.
رَبِّ ا شْرَحْ لِيْ صَدْرِ وَيَسِّرْلِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ uqdatam mil-lisânî yafqahû qaulî
Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku."
Opsi lainnya adalah doa dari riwayat HR Thabrani yang menekankan bahwa kemudahan setiap kesulitan berada di tangan Allah SWT. Berikut bacaannya.
اللهم الطف بي في تيسير كل عسير، فإن تيسير كل عسير عليك يسير، وأسألك اليسر والمعافاة في الدنيا والآخرة
Artinya: "Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan, karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagiMu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat."
Umat Islam juga dapat membaca potongan akhir surah Al-Baqarah ayat 286 untuk memohon agar tidak diberikan beban yang melebihi kesanggupan. Selain itu, terdapat doa yang diajarkan Nabi SAW melalui riwayat Tirmidzi.
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Artinya: "Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya."
Terakhir, terdapat doa Nabi Yunus AS yang sangat masyhur dibaca saat menghadapi kesempitan hidup. Bacaannya berbunyi, "Lailaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin," yang berarti tiada Tuhan selain Allah dan pengakuan atas kezaliman diri sendiri.