Umat Muslim dianjurkan untuk senantiasa memperbanyak dzikir dan doa sebagai sarana mengingat Allah SWT setelah menunaikan shalat fardhu. Anjuran untuk memperbanyak pengingat diri kepada Sang Pencipta ini telah tertuang dalam berbagai ayat suci Al-Qur’an.
Salah satu landasan perintah tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21 yang menekankan pentingnya meneladani sosok Rasulullah SAW dalam beribadah. Ayat tersebut berbunyi:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١
"Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah." (Q.S. Al-Ahzab: 21).
Dilansir dari Cahaya, terdapat tuntunan doa yang rutin dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW usai melaksanakan shalat. Hal ini sebagaimana tercatat dalam buku Kitab Doa Harian Rasulullah yang disusun oleh A.R Shohibul Ulum.
Berdasarkan riwayat HR Abu Daud, Sulaiman menyebutkan bahwa pada bagian akhir doanya, Nabi SAW sering mengucapkan permohonan yang mendalam. Berikut adalah kutipan doa tersebut:
"Ya Tuhan, Tuhan kami dan Tuhan semua, aku bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau memang Tuhan, Engkau Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu. Tuhan, Engkau adalah Tuhan atas segalanya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanmu. Tuhan, Tuhan kami dan Tuhan semua, aku mengaku bahwa hamba-hamba-Mu semuanya bersaudara. Ya Allah, Tuhan kami sekalian, jadikanlah aku ikhlas kepada-Mu, termasuk kepada keluargaku, yang sesaat di dunia dan di akhirat, ya Tuhan Yang Mulia dan Yang Agung. Dengarkan dan perkenankanlah wahai Tuhan, Tuhan yang besar. Ya Allah, Engkau adalah cahaya langit dan bumi."
Terdapat beberapa rangkaian dzikir yang dapat diamalkan secara berurutan sesuai dengan sunnah yang diajarkan. Langkah pertama adalah dengan membaca istighfar sebanyak tiga kali sebagai bentuk permohonan ampunan.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ, أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ, أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca Doa Keselamatan untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan dari Allah SWT. Bacaan tersebut adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمأَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام
Rangkaian dzikir berikutnya adalah membaca kalimat ketauhidan yang menegaskan bahwa tidak ada yang dapat menghalangi pemberian Allah atau memberi apa yang telah Dia tahan.
اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Amalan selanjutnya yang sangat dianjurkan adalah melafalkan tasbih, tahmid, dan takbir. Masing-masing bacaan ini diucapkan sebanyak 33 kali untuk mengagungkan nama Allah.
سُبْحَانَ اللهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ اللهُ أَكْبَرُ
Setelah menyelesaikan hitungan tersebut, umat Muslim dapat melanjutkannya dengan membaca kalimat tahlil sebagai penegasan keesaan Allah SWT atas segala sesuatu di alam semesta.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Bacaan Sayyidul Istighfar dan Doa Orang Tua
Salah satu bacaan yang memiliki kedudukan tinggi adalah Sayyidul Istighfar atau pemimpin dari segala bacaan istighfar. Doa ini mengandung pengakuan hamba atas nikmat dan dosa-dosanya.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Sebagai penutup rangkaian ibadah, setiap Muslim diperbolehkan menambahkan doa-doa pribadi sesuai dengan hajat masing-masing. Salah satu yang paling utama adalah mendoakan orang tua.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَALIDَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Bacaan ini merupakan bentuk bakti seorang anak untuk memohonkan ampunan dan kasih sayang Allah bagi kedua orang tuanya yang telah mendidik sejak kecil.