Dalam ajaran Islam, terdapat berbagai jenis bacaan istighfar yang dapat diamalkan umat Muslim untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Namun, sayyidul istighfar memiliki kedudukan yang paling istimewa dan utama dibandingkan bacaan lainnya.
Umat Islam yang rutin mengamalkan dzikir ini diyakini akan mendapatkan keutamaan besar, mulai dari jaminan keselamatan di akhirat hingga menjadi pembuka pintu rezeki di dunia, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Istilah sayyidul istighfar berakar dari kata 'As-Sayyid' yang memiliki arti pemimpin atau sosok yang paling mulia. Sesuatu mendapatkan predikat Sayyid karena menjadi rujukan utama dalam bidangnya.
Dzikir ini disebut sebagai pemimpin istighfar karena mengandung makna pertobatan yang sangat menyeluruh. Kalimatnya diawali dengan sanjungan mulia kepada Allah SWT sebelum mengakui kondisi hamba yang lemah.
Setiap orang yang melafalkan doa ini berada pada puncak sikap merendahkan diri di hadapan Zat yang Maha Agung. Hal inilah yang mendasari Rasulullah SAW menyebutnya sebagai bacaan istighfar yang paling utama.
Bacaan Sayyidul Istighfar
Berikut adalah teks lengkap sayyidul istighfar dalam bahasa Arab, latin, beserta artinya yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ bidzanbii faghfir lii, fainnahuu laa yaghfirudz dzunuubi illaa anta.
Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaktanii wa anaa'abduka wa anaa'alaa'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzubika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bini'matika'alayya wa abuu'u laka bidzanbii faghfir lii, fainnahuu laa yaghfirudz dzunuubi illaa anta.
"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan melainkan Engkau, Engkau jadikan aku, dan aku hamba Engkau. Dan atas janji-janji dengan Engkau sekuasaku, aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan perbuatanku, dan atas nikmat yang Engkau berikan, dan atas engkau aku sadari dosaku, ampunilah aku, sesungguhnya tiada dapat yang mengampuni selain Engkau."
Waktu Terbaik dan Jaminan Surga
Rasulullah SAW terbiasa mengamalkan doa ini pada waktu pagi dan sore hari. Ketentuan waktu ini bersandar pada riwayat dari Syaddad bin Aus RA mengenai janji bagi mereka yang membacanya dengan penuh keyakinan.
"Barang siapa yang membaca sayyidul istighfar ini pada waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu petang dengan penuh keyakinan kemudian meninggal dunia sebelum pagi, maka ia termasuk penduduk surga." (HR Bukhari)
Manfaat Luas bagi Pengamal
Selain mendapatkan pengampunan dosa, sayyidul istighfar diyakini mampu menjadi solusi atas berbagai problematika kehidupan. Dzikir ini dapat memberikan ketenangan di tengah kesusahan serta mendatangkan rezeki dari sumber yang tidak disangka-sangka.
"Dari Ibnu 'Abbas Ia berkata, Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa yang membiasakan diri membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan bagi dia kesenangan dari segala kesusahan dan jalan keluar dari setiap kesulitan dan Allah memberi rezeki dari arah yang tidak terduga.'" (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Baihaqi)