Ahli Peringatkan Bahaya Langsung Cek Ponsel Setelah Bangun Tidur

Ahli Peringatkan Bahaya Langsung Cek Ponsel Setelah Bangun Tidur

Kebiasaan langsung meraih ponsel dan memeriksa notifikasi sesaat setelah membuka mata di pagi hari kini menjadi fenomena umum. Namun, para ahli memperingatkan bahwa rutinitas kecil ini bisa menjadi sinyal awal seseorang mengalami kecanduan digital.

Ketidakmampuan menahan diri untuk tidak menyentuh perangkat elektronik bahkan sebelum kaki menapak lantai dianggap sebagai bentuk ketergantungan. Kondisi ini secara diam-diam berdampak negatif pada kesehatan mental serta menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dilansir dari Tekno, kebiasaan mengecek ponsel setiap pagi hanyalah salah satu indikator dari masalah yang lebih luas. Tanda lain meliputi kesulitan berkonsentrasi hingga mengabaikan interaksi langsung dengan orang-orang di sekitar.

Seseorang yang kecanduan digital sering merasa gelisah atau tidak nyaman ketika ponsel tidak berada dalam jangkauan. Bahkan, muncul sensasi ponsel bergetar (phantom vibration) padahal kenyataannya perangkat tersebut tidak memberikan notifikasi apa pun.

Banyak pengguna juga tanpa sadar membuka ulang aplikasi yang baru saja ditutup atau terus menggulir layar sebagai cara melarikan diri dari emosi negatif. Data tahun 2022 menunjukkan rata-rata waktu menatap layar harian mencapai hampir tujuh jam.

Dampak dari pola hidup ini tidak bisa disepelekan karena berkaitan erat dengan peningkatan kecemasan, depresi, dan rasa kesepian. Secara fisik, penggunaan berlebihan memicu ketegangan mata, postur tubuh buruk, hingga gangguan tidur kronis.

Kapasitas kognitif seperti daya ingat dan fokus juga ikut menurun, yang pada gilirannya mengganggu produktivitas kerja maupun prestasi akademis. Hal ini terjadi karena adanya mekanisme pelepasan dopamin di dalam otak saat mengakses ponsel.

Setiap kali seseorang menggunakan ponsel untuk mengusir rasa bosan, otak melepaskan zat kimia pemicu rasa senang. Respons tersebut melatih otak untuk terus mencari stimulasi instan, sehingga aktivitas mendalam seperti membaca atau belajar terasa membosankan.

Meski demikian, otak memiliki kemampuan beradaptasi melalui proses neuroplastisitas untuk memutus rantai kecanduan ini. Melakukan istirahat dari layar atau digital detox memberikan peluang bagi otak untuk memulihkan diri dan membangun kebiasaan baru.

Langkah praktis yang dapat diambil meliputi pemasangan pembatas waktu aplikasi atau mencoba hobi baru tanpa ponsel seperti olahraga. Berlatih mindfulness juga sangat disarankan agar pengguna lebih sadar terhadap pola penggunaan perangkat sehari-hari.

Bagi individu yang merasa kesulitan melakukan perubahan secara mandiri, pendekatan medis profesional tetap tersedia. Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti efektif dalam mengubah pola pikir terkait penggunaan teknologi.

Artikel terkait

Rekomendasi