Barcelona mendominasi rivalitas sepak bola Spanyol atas Real Madrid dalam dua musim terakhir setelah mengalami transformasi besar di bawah arahan pelatih Hansi Flick. Kesuksesan ini membawa klub asal Catalan tersebut berpeluang mengunci gelar juara LaLiga pada Minggu, 10 Mei 2026 mendatang.
Dilansir dari laporan espndeportes.espn.com pada Kamis (7/5), skuat asuhan Flick saat ini berada di ambang pencapaian lima dari enam gelar domestik yang diperebutkan sejak sang pelatih asal Jerman mengambil alih kursi kepelatihan. Pencapaian ini berbanding terbalik dengan Real Madrid yang belum memenangkan trofi utama di Spanyol maupun Eropa dalam periode yang sama.
Kunci keberhasilan Barcelona terletak pada peningkatan disiplin, standar fisik, serta kemunculan talenta muda La Masia seperti Lamine Yamal. Di bawah Flick, Barcelona sukses memenangkan lima dari enam pertemuan resmi melawan Madrid, termasuk kemenangan di final Supercopa de Espana 2026 yang menjadi kemenangan ketiga beruntun mereka atas rival abadi tersebut.
Penyerang muda Lamine Yamal memberikan pandangannya mengenai sosok sang pelatih yang dianggapnya sangat berperan dalam keharmonisan tim saat ini.
"Es como un padre. Sí, es estricto, pero también muy comprensivo" kata Lamine Yamal, penyerang Barcelona.
Flick dikenal sangat melindungi para pemainnya dari tekanan eksternal, termasuk saat memberikan dukungan penuh kepada Ronald Araujo ketika sang pemain menghadapi masalah kesehatan mental. Keberhasilan menjaga soliditas ruang ganti membuat pemain bintang seperti Robert Lewandowski bersedia menerima rotasi demi kepentingan kolektif.
Direktur Olahraga Deco juga memainkan peran krusial dengan memperbarui kontrak pemain inti seperti Gavi dan Pedri guna mencegah kepindahan ke liga lain. Selain itu, kebijakan transfer yang kreatif membawa pemain seperti Dani Olmo dan peminjaman Marcus Rashford untuk memperkuat kedalaman skuat.
Hubungan kerja sama yang solid antara manajemen dan tim teknis menjadi pondasi utama kebangkitan Barcelona di tengah kendala finansial klub.
"Deco ha hecho un trabajo fantástico y estamos en perfecta armonía" tegas Hansi Flick, pelatih Barcelona.
Pernyataan tersebut merujuk pada kolaborasi mereka dalam menyusun perencanaan masa depan klub yang berkelanjutan. Flick menegaskan bahwa keberhasilan tim hanya bisa dicapai jika setiap individu menyingkirkan kepentingan pribadi.
"No queremos egos porque los egos matan el éxito" pungkas Hansi Flick, pelatih Barcelona.
Komentar ini disampaikan Flick setelah pertandingan melawan Rayo Vallecano pada Agustus 2025 sebagai penegasan filosofi timnya. Saat ini, Barcelona memimpin klasemen dan dapat memastikan gelar juara LaLiga di hadapan pendukungnya sendiri di Camp Nou jika berhasil menghindari kekalahan pada pertandingan hari Minggu nanti.