Barlina Lina Buktikan Kebugaran Lansia Melalui Konten Olahraga Viral

Barlina Lina Buktikan Kebugaran Lansia Melalui Konten Olahraga Viral

Seorang pekerja migran Indonesia di Hong Kong, Barlina Lina, menarik perhatian publik setelah rutin membagikan konten aktivitas fisik ekstrem pada usia 57 tahun. Video latihan fleksibilitas hingga gerakan bergelantungan yang diunggah melalui akun media sosialnya mematahkan stigma mengenai batasan usia dalam berolahraga.

Dilansir dari Lifestyle, perempuan asal Purwokerto ini awalnya tidak menyangka bahwa dokumentasi kegiatan olahraganya akan mendapatkan respons luas hingga ditonton ratusan ribu kali. Barlina kini memanfaatkan platform digital untuk mengedukasi masyarakat sebayanya agar tetap aktif bergerak.

"Awalnya muncul di FYP, terus banyak yang lihat. Saya juga enggak nyangka," kata Barlina kepada Kompas.com melalui video call, Sabtu (9/5/2026).

Barlina rutin melakukan siaran langsung untuk memperagakan gerakan senam ringan yang dapat diikuti oleh kelompok lansia lainnya.

"Kadang saya live stretching biar orang-orang yang sudah umur tetap olahraga juga, walaupun gerakannya ringan-ringan," ujarnya.

Meskipun tampak sangat mahir, kedisplinan Barlina dalam berolahraga baru dimulai secara serius saat ia menginjak usia 49 tahun. Ia mengawali perjalanannya dengan meniru gerakan warga lokal di taman-taman Hong Kong setiap hari libur kerja.

"Daripada diam saja waktu libur, saya ikut gerakan orang-orang olahraga di taman Hong Kong," katanya.

Dedikasi tersebut membawa Barlina mendalami yoga hingga berhasil meraih sertifikasi Yoga Teacher Training (YTT) 200 jam pada usia 55 tahun. Demi mendapatkan lisensi profesional tersebut, ia rela mengalokasikan biaya besar dari tabungan gajinya.

"Waktu itu sekitar 28.000 dollar Hong Kong. Saya pinjam sama majikan," katanya.

Barlina menegaskan bahwa tidak ada halangan bagi siapa pun untuk memulai pola hidup sehat terlepas dari berapa pun usia mereka saat ini.

"Tidak ada kata terlambat untuk memulai olahraga," ujarnya.

Pengetahuan tentang anatomi tubuh juga ia peroleh melalui pelatihan privat dengan pendampingan pelatih profesional selama 12 jam setiap minggunya untuk memperkuat massa otot.

"Saya ingin lebih memahami olahraga untuk tulang dan otot," kata Barlina.

Konsistensi menjadi kunci utama bagi Barlina yang sering menyempatkan diri melakukan peregangan di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai asisten rumah tangga.

"Kalau enggak stretching atau olahraga sehari saja rasanya ada yang kurang," katanya.

Ia pun selalu mengingatkan pentingnya prosedur pemanasan yang benar agar terhindar dari risiko cedera saat melakukan latihan fisik bagi pemula.

"Jangan langsung ikut gerakan yang susah. Harus pemanasan dulu," ujarnya.

Gaya hidup sehat Barlina turut didukung oleh pola konsumsi nutrisi seimbang, termasuk konsumsi rutin jus sayuran hijau dan umbi-umbian yang didukung oleh pihak majikannya.

"Pola makan saya jadi saya ngikutin majikan ya. Majikan majikan saya orangnya nggak pelitlah," ungkapnya.

Melalui popularitasnya, ia berharap dapat memotivasi generasi tua untuk menjaga mobilitas tubuh agar tetap mandiri di masa mendatang.

"Badan boleh menua, tapi pikiran tetap muda," katanya.

Barlina berpesan agar semangat untuk tetap bergerak tidak boleh padam demi kualitas hidup yang lebih baik di hari tua.

"Jangan sampai menua itu jadi jompo. Yang penting semangat dan tetap bergerak," ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi