Membedakan Skintone dan Undertone untuk Hasil Riasan Alami

Membedakan Skintone dan Undertone untuk Hasil Riasan Alami

Memilih produk kosmetik atau pakaian sering kali menjadi tantangan jika seseorang belum memahami perbedaan mendasar antara skintone dan undertone. Meskipun keduanya berkaitan dengan tampilan kulit, sifat dan fungsinya dalam menentukan estetika penampilan sangatlah berbeda.

Skintone didefinisikan sebagai warna permukaan kulit yang tertangkap oleh mata secara langsung atau sering disebut sebagai overtone. Dilansir dari Suara, warna ini sangat dipengaruhi oleh jumlah melanin dalam tubuh yang berfungsi memproteksi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Tingkat melanin yang tinggi akan menghasilkan warna kulit yang lebih gelap. Secara umum, kategori skintone terbagi menjadi beberapa tingkatan mulai dari sangat terang (fair), terang (light), sedang (medium), sawo matang (tan), hingga gelap (deep).

Karakteristik utama dari skintone adalah sifatnya yang fleksibel dan dapat berubah sewaktu-waktu. Faktor eksternal seperti intensitas paparan sinar matahari, pergantian musim, hingga prosedur perawatan kulit tertentu bisa menyebabkan warna permukaan kulit menjadi lebih cerah atau menggelap.

Berbeda dengan skintone, undertone merupakan warna dasar yang terletak di lapisan kulit yang lebih dalam. Nuansa dasar ini ditentukan oleh faktor genetik sejak lahir dan bersifat permanen, sehingga tidak akan berubah meskipun permukaan kulit mengalami perubahan warna akibat cuaca.

Dikutip dari Suara, klasifikasi undertone secara garis besar terbagi menjadi tiga jenis utama. Pertama adalah warm yang memiliki nuansa keemasan atau peach, kemudian cool yang didominasi warna pink atau kebiruan, serta neutral yang merupakan kombinasi seimbang keduanya.

Identifikasi undertone dapat dilakukan melalui beberapa pengujian mandiri yang sederhana. Salah satunya adalah dengan memeriksa warna urat nadi di pergelangan tangan di bawah pencahayaan alami untuk melihat dominasi warna hijau, biru, atau ungu.

Selain itu, penggunaan perhiasan juga bisa menjadi indikator akurat dalam menentukan jenis undertone. Pemilik undertone warm biasanya akan terlihat lebih bercahaya saat mengenakan emas, sedangkan perak lebih cocok bagi mereka yang memiliki undertone cool.

Ketepatan dalam mengenali kombinasi keduanya sangat krusial dalam dunia kecantikan, terutama saat menentukan warna foundation yang tepat. Kesalahan dalam memilih undertone sering kali mengakibatkan wajah tampak kusam, berwarna keabu-abuan, atau justru terlihat terlalu jingga.

Pemahaman ini juga mempermudah pemilihan palet warna pakaian agar terlihat lebih harmonis dengan kulit. Warna-warna seperti mustard dan olive sangat direkomendasikan untuk pemilik nuansa hangat, sementara warna ungu dan biru dingin lebih ideal untuk nuansa dingin.

Artikel terkait

Rekomendasi