Sir Dave Brailsford Resmi Tinggalkan Jajaran Direksi Manchester United

Sir Dave Brailsford Resmi Tinggalkan Jajaran Direksi Manchester United

Sir Dave Brailsford secara resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai direktur Manchester United berdasarkan pengumuman yang dikonfirmasi melalui Companies House pada Kamis (7/5/2026). Keputusan ini menandai berakhirnya peran operasional harian sosok kepercayaan Sir Jim Ratcliffe tersebut di Stadion Old Trafford.

Meskipun menanggalkan posisinya di dewan direksi klub Liga Inggris tersebut, Brailsford dipastikan tetap bertahan dalam struktur organisasi INEOS. Mantan direktur balap sepeda Inggris itu kini mengalihkan fokusnya kembali untuk mengelola strategi multi-cabang olahraga di bawah naungan grup milik miliarder Sir Jim Ratcliffe.

Mantan jurnalis CBS Sports, Ben Jacobs, mengungkapkan melalui platform X bahwa Brailsford sebenarnya sudah tidak terlibat aktif dalam kegiatan klub selama beberapa waktu terakhir. Penempatan dirinya di Manchester United pada awalnya merupakan bagian dari rencana transisi menuju tim olahraga yang dipimpin oleh INEOS.

“Sir Dave Brailsford has officially left Manchester United’s board, Companies House confirms. Understand he has not been actively involved for some time. Plan was always to bring him to #MUFC in a day-to-day role as part of the transition to an INEOS-led sporting team at Old Trafford.” tulis Ben Jacobs, Mantan Jurnalis CBS Sports.

Jacobs menjelaskan lebih lanjut bahwa kembalinya fokus Brailsford ke grup induk memang sudah direncanakan sejak lama oleh pihak internal perusahaan. Langkah ini diambil setelah pondasi struktur kepemimpinan baru di klub berjuluk Setan Merah tersebut dinilai sudah stabil.

“However, Brailsford is now once again focused on INEOS’ multi-sports strategy, which INEOS insiders insist was always the long-term plan.” tulis Ben Jacobs, Mantan Jurnalis CBS Sports.

Di sisi lain, kebijakan transfer klub selama masa jabatan Brailsford juga menjadi sorotan, terutama penjualan Alejandro Garnacho ke Chelsea senilai 40 juta poundsterling. Mantan kepala pemandu bakat Manchester United, Mick Brown, menyatakan bahwa pihak klub merasa sangat puas dengan transaksi tersebut.

“Man United are delighted with the deal for Garnacho.” kata Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Brown menilai keputusan manajemen untuk melepas pemain asal Argentina tersebut terbukti tepat melihat performa sang pemain yang belum konsisten di klub barunya. Chelsea sendiri bersedia memenuhi harga yang diminta karena berharap adanya perubahan positif bagi sang pemain di lingkungan baru.

“When Chelsea came along offering to meet their asking price, £40million or around about that, they snapped their hand off because they wanted rid of him.” kata Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Menurut Brown, pihak United segera menyetujui tawaran tersebut karena memang ingin melepas Garnacho dari skuad. Situasi yang dialami sang pemain di London saat ini dianggap memperkuat alasan mengapa Setan Merah bersikeras menjualnya meski sempat tidak populer di mata penggemar.

“That should’ve been enough of a concern to Chelsea that there was a reason they wanted to sell him, but now they’re experiencing similar issues.” kata Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Hingga kini, Garnacho dinilai belum mampu menunjukkan performa yang sebanding dengan tempat utama di tim asuhan Chelsea. Hal ini menjadi pembenaran bagi langkah strategis yang diambil dewan direksi United sebelum perombakan struktur ini terjadi.

“He’s not consistent enough when he does play to justify a place in the side.” kata Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Brown menambahkan bahwa ekspektasi Chelsea untuk melihat Garnacho berkembang dengan rekan setim yang baru sejauh ini belum membuahkan hasil. Oleh sebab itu, dari sudut pandang internal United, penjualan dengan harga tinggi tersebut merupakan sebuah kesuksesan finansial dan teknis.

“Chelsea were obviously hoping a fresh start, new surroundings, new teammates, it might get the best out of him but that hasn’t happened.” kata Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Keputusan pelepasan pemain tersebut kini dipandang sebagai langkah yang logis bagi klub yang sedang melakukan efisiensi dan perbaikan skuad. Hal ini sekaligus mengakhiri perdebatan mengenai nilai transfer sang pemain yang sempat menjadi kontroversi di awal musim.

“So from a Man United point of view, they got their asking price and he’s still struggling, so it’s justified their decision which wasn’t an entirely popular one at the time.” kata Mick Brown, Mantan Kepala Pemandu Bakat Manchester United.

Artikel terkait