Sistem otomatis berbasis kecerdasan artifisial (AI) kini tengah dikembangkan untuk mendeskripsikan arsip foto sejarah Indonesia. Langkah inovatif ini diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber. Seperti dilansir dari Medcom, teknologi ini diproyeksikan untuk mempercepat digitalisasi arsip nasional yang selama ini berjalan manual dan menyita banyak waktu.
Prototipe yang sedang dirancang ini mengandalkan teknologi vision-language model. Sistem tersebut bekerja dengan mengenali berbagai elemen di dalam foto, mulai dari objek, aktivitas, suasana, hingga konteks visual. Setelah itu, AI akan memproses informasi tersebut menjadi kalimat deskriptif yang memenuhi standar kearsipan.
“Teknologi ini dirancang untuk membantu ANRI mempercepat proses deskripsi arsip fotografi sejarah Indonesia yang jumlahnya sangat besar. Selama ini, proses identifikasi dan pemberian keterangan pada arsip foto dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu panjang. Dengan sistem otomatis berbasis AI, proses tersebut diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan konsisten,” jelas Anto Satriyo Nugroho, Kepala Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber.
Inovasi teknologi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menyokong transformasi digital kearsipan nasional. Kehadiran AI diharapkan dapat mempermudah proses pencarian, kategorisasi, serta pemanfaatan dokumen sejarah. Manfaat ini dapat dirasakan langsung untuk kebutuhan dunia pendidikan, penelitian, maupun peningkatan literasi sejarah bagi publik. BRIN menegaskan fokus inovasi ini tidak sekadar mengejar efisiensi, tetapi juga memperluas keterbukaan akses masyarakat terhadap rekam jejak sejarah bangsa.
Di sisi lain, BRIN juga menetapkan target pengembangan cakupan riset melalui program OREI periode 2025–2029. Program ini membidik sektor Big Data, geoinformatika, bioinformatika, IoT, telekomunikasi, serta keamanan siber. Rencana besar tersebut turut membuka kesempatan kolaborasi strategis dengan sektor eksternal, termasuk perguruan tinggi.
“Kami memiliki ruang kolaborasi antara mahasiswa dan mitra di lingkungan kampus dan kami menawarkannya kepada BRIN. Kerja sama ini diharapkan mampu memanfaatkan potensi dan sumber daya mahasiswa agar memberikan dampak yang lebih luas,” tutur Tri Astoto Kurniawan, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya.
Melalui implementasi teknologi AI ini, BRIN berharap realisasi digitalisasi arsip foto sejarah Indonesia dapat berjalan secara lebih inklusif, akurat, dan cepat.