Praktik hidup berkelanjutan ternyata telah lama diterapkan oleh masyarakat di sudut kampung melalui kebiasaan sehari-hari yang menyatu dengan alam. Dilansir dari Katanetizen, sistem ini berjalan tanpa ketergantungan pada teknologi modern atau prosedur sistem yang rumit.
Kualitas ikan yang dihasilkan dari cara tradisional ini memiliki keistimewaan pada cita rasa daging yang manis, gurih, serta tidak berbau lumpur. Hal tersebut menjadi pembeda utama dibandingkan dengan komoditas serupa yang umum ditemukan di pasar perkotaan.
Keistimewaan rasa tersebut berawal dari lokasi kolam yang berada di kaki bukit dengan pasokan air dari sumber mata air yang terus mengalir. Air yang masuk ke dalam kolam tidak terbuang percuma karena dialirkan kembali untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah di sekitarnya.
Kolam tradisional ini menampung beragam jenis ikan dalam satu ekosistem, mulai dari gurame, nila, ikan mas, hingga nilem. Seluruh jenis ikan tersebut hidup berdampingan dalam siklus yang terjaga secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Pola pemberian pakan dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan tanaman di sekitar, seperti daun talas liar dan daun singkong. Terkadang sisa dapur juga diberikan sebagai pakan tambahan sehingga limbah organik tidak menumpuk menjadi sampah.
Ikan-ikan tersebut tidak dipaksa untuk tumbuh cepat demi mengejar target panen tertentu. Mereka berkembang dalam ritme yang wajar dengan ruang gerak yang luas dan lingkungan yang selalu mendapatkan pasokan air segar setiap waktu.
Siklus Kehidupan Selaras Alam
Masyarakat tidak menganggap kegiatan ini sebagai sistem budidaya yang ideal, melainkan sekadar mengikuti kebiasaan lama dalam memanfaatkan sumber daya tersedia. Penangkapan ikan biasanya dilakukan seperlunya hanya saat pemilik ingin memasaknya untuk lauk harian.
Pemanenan besar dan pengurasan kolam hanya dilakukan ketika ikan sudah terlihat sangat besar atau setelah dibiarkan selama berbulan-bulan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa hasil terbaik seringkali lahir dari perlakuan yang selaras dengan alam tanpa ambisi berlebihan.
Praktik di kaki bukit ini menjadi bukti bahwa sistem perikanan berkelanjutan telah berjalan efektif tanpa label ilmiah tertentu. Alam memberikan hasil yang melampaui harapan ketika manusia merawat kehidupan di dalamnya sebagaimana mestinya.