Buttonscarves secara resmi memperkenalkan kolaborasi terbaru yang mengambil inspirasi dari sekuel film fashion legendaris, The Devil Wears Prada 2. Langkah ini menjadi titik temu antara tren gaya modern dengan budaya populer masa kini.
Dilansir dari Lifestyle, karakter yang kuat dalam film tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai desain yang fungsional untuk kehidupan sehari-hari. Hubungan antara dunia hiburan dan fashion ini menjadi sarana ekspresi diri bagi para pecintanya.
Pendekatan desain yang dihadirkan terasa relevan serta ekspresif tanpa menghilangkan identitas asli dari cerita film tersebut. Rangkaian koleksi ini dibuka dengan peluncuran The Editor Square pada 24 April 2026 sebagai produk perdana.
Scarf tersebut menggabungkan tulisan tangan khas Buttonscarves dengan pola houndstooth klasik yang memberikan kesan visual kuat. Perpaduan ini menciptakan identitas yang terasa familiar namun tetap memiliki sentuhan modern bagi pemakainya.
Tidak hanya terbatas pada scarf, kolaborasi ini berkembang menjadi koleksi gaya hidup yang menyeluruh. Produk yang ditawarkan mencakup pakaian (apparel), aksesori, hingga tas dengan berbagai detail desain yang unik.
Kategori pakaian hadir dalam bentuk kemeja formal, siluet berukuran besar (oversized), serta desain lengan puff. Kombinasi ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara struktur pakaian yang tegas dengan sisi feminin yang lembut.
Pada lini aksesori, terdapat Elia Sunglasses Chain yang dirancang memiliki fungsi ganda. Sementara itu, Joy Bag Small dan Alba Bag hadir dengan interpretasi baru untuk melengkapi penampilan ala editorial yang tetap cocok digunakan setiap hari.
Peluncuran produk dilakukan secara bertahap untuk menjaga antusiasme pasar sekaligus memberikan pengalaman belanja yang berkelanjutan. Jadwal perilisan ini bertepatan dengan momen penayangan The Devil Wears Prada 2 di bioskop pada 29 April 2026.
Koleksi ini menjadi pilihan bagi penikmat sinema yang ingin tampil menonjol saat menyaksikan film tersebut, layaknya sedang berjalan di atas panggung peragaan busana.
"Kolaborasi ini sangat spesial bagi kami karena The Devil Wears Prada bukan sekadar film, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya fashion itu sendiri," ujar Linda Anggrea, CEO Buttonscarves.
Linda menambahkan bahwa melalui kerja sama ini, pihaknya ingin mengubah cerita ikonik tersebut menjadi sesuatu yang dapat dinikmati langsung oleh komunitas fashion. Perpaduan antara film dan gaya hidup ini mencerminkan cara masyarakat menikmati tren saat ini.
Kehadiran sekuel film ini dianggap sebagai momen penting yang mempertemukan kembali narasi lama dengan audiens generasi baru. Kisah ini tidak hanya membangkitkan nostalgia, tetapi juga mendefinisikan ulang makna ambisi dan identitas dalam gaya berpakaian saat ini.