Kehadiran anak kedua membawa kebahagiaan sekaligus perubahan besar dalam keluarga. Perubahan rutinitas dan pembagian perhatian sering kali membuat anak pertama yang masih balita merasa bingung.
Kondisi ini memicu persaingan antar saudara atau sibling rivalry. Masalah tersebut umumnya lahir dari rasa cemburu akibat anggapan adanya pilih kasih dalam pemberian perhatian.
Proses adaptasi anak pertama memerlukan waktu dan tidak dapat dipaksakan secara instan. Dilansir dari Medcom, BabyCenter membagikan sejumlah langkah untuk membantu balita menyambut kehadiran anggota keluarga baru.
Orang tua memegang peran penting dalam memberikan pengertian kepada anak pertama. Keterlibatan si kakak perlu dilakukan melalui aktivitas menyenangkan tanpa memicu tekanan emosional.
1. Berikan Tugas-Tugas Kecil
Ajak balita untuk berpartisipasi dalam aktivitas sederhana seperti mengambil popok atau pakaian bayi. Ketika bayi menangis, arahkan si kakak untuk mengelus punggung atau mengajak adiknya berbicara agar merasa memiliki peran penting.
2. Dampingi saat Berinteraksi Fisik
Orang tua wajib memantau posisi aman saat balita ingin memegang adiknya. Tempatkan balita dalam posisi duduk di pangkuan atau di kursi dengan penahan bantal.
Pengawasan ketat tetap diperlukan dalam proses interaksi ini. Balita cenderung cepat bosan dan belum memahami cara memegang bayi secara aman.
3. Libatkan dalam Keputusan Sederhana
Anak pertama akan merasa lebih dihargai jika dilibatkan dalam menentukan pilihan-pilihan ringan. Orang tua bisa memberikan pertanyaan pilihan.
"Apakah kamu mau membantu memilih pakaian bayi?" atau "Apakah kamu mau membantu menceritakan cerita kepada bayi?"
4. Salurkan Sisi Kreatif Anak
Aktivitas menyenangkan seperti bernyanyi, menari, atau menunjukkan ekspresi lucu dari balita dapat menghibur bayi. Kegiatan kreatif ini sekaligus membuat si kakak senang karena tetap mendapatkan perhatian.
5. Amati Bayi Bersama-sama
Sediakan waktu khusus untuk mengamati bayi bersama balita sambil membangun komunikasi interaktif. Orang tua dapat memicu rasa ingin tahu anak melalui dialog terarah.
"Lihat tangan bayi begitu kecil. Apakah kamu melihat bayi menendang kakinya? Bisakah kamu menendang kakimu seperti itu?"
6. Manfaatkan Buku Cerita Tema Saudara
Membacakan buku cerita dengan tema hubungan kakak dan adik dapat membantu balita memahami peran barunya. Langkah ini memberikan gambaran positif mengenai hubungan persaudaraan.
7. Berikan Ruang Ekspresi Diri
Ajak balita membuat buku gambar sederhana yang bertemakan keluarga. Biarkan anak memilih gambar dan menceritakan kisahnya sendiri agar merasa terlibat secara emosional.
8. Validasi Perasaan Anak
Sikap sedih atau kesal merupakan hal yang wajar dirasakan oleh balita. Orang tua harus mengakui dan memvalidasi emosi negatif tersebut melalui kalimat yang menenangkan.
"Sepertinya kamu sedang sedih sekarang. Apakah kamu mau pelukan atau cerita?" atau, "Sulit ketika kamu ingin aku melakukan sesuatu dan aku harus membantu bayi."
9. Sediakan Waktu Khusus Berdua
Kedekatan emosional perlu dijaga dengan meluangkan waktu singkat setiap hari khusus untuk balita. Aktivitas sederhana seperti bermain atau menggambar bersama akan membuatnya tetap merasa istimewa.
10. Hindari Memaksa Anak
Orang tua tidak perlu memaksakan balita jika mereka belum menunjukkan ketertarikan terhadap adiknya. Beberapa anak membutuhkan waktu lebih lama dan memilih untuk bersikap acuh tak acuh terlebih dahulu sebelum akhirnya terbiasa.