Hari Raya Idulfitri menjadi momen penuh kebahagiaan dan saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Salah satu ucapan yang paling sering terdengar di Indonesia adalah "Minal aidin wal faizin". Ucapan ini biasanya disampaikan saat bersilaturahmi, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat.
Namun, seperti dilansir dari Kiaton, tidak sedikit orang yang masih bingung bagaimana cara membalas ucapan tersebut dengan tepat.
Secara umum, "Minal aidin wal faizin" sering dimaknai sebagai doa agar seseorang kembali suci dan termasuk orang-orang yang meraih kemenangan.
Ucapan ini biasanya disandingkan dengan kalimat "Mohon maaf lahir dan batin" sebagai bentuk permintaan maaf di hari yang fitri.
Dalam membalas ucapan ini, sebenarnya tidak memiliki aturan baku pada pedoman Agama Islam.
Ada beberapa cara yang umum dan sopan digunakan dalam tradisi masyarakat Indonesia. Cara paling sederhana adalah dengan mengucapkan kembali kalimat yang sama.
Agar lebih hangat dan bermakna, balasan bisa ditambah dengan doa atau harapan baik mengenai kesehatan dan keberkahan.
Jika ingin lebih formal atau mudah dipahami, masyarakat bisa menggunakan bahasa Indonesia yang setara seperti ucapan selamat Hari Raya Idulfitri.
Saat berbicara dengan keluarga atau teman dekat, balasan bisa dibuat lebih akrab dan personal agar hubungan silaturahmi tetap terjaga.
Dalam situasi resmi, seperti kepada atasan atau rekan kerja, balasan dapat disesuaikan dengan konteks formal.
Ucapan "Minal aidin wal faizin" pada dasarnya adalah bentuk saling mendoakan dan mempererat silaturahmi di momen Idulfitri.
Tidak ada aturan kaku dalam membalasnya, sehingga masyarakat bisa menyesuaikan dengan gaya bahasa, situasi, dan hubungan dengan lawan bicara. Hal terpenting adalah menyampaikan balasan dengan tulus sebagai wujud saling memaafkan.