Menghitung porsi katering secara realistis menjadi kunci utama bagi pasangan pengantin untuk menghindari kekurangan hidangan di hari bahagia. Langkah ini sangat krusial guna menjaga kenyamanan tamu undangan serta kelancaran jalannya resepsi pernikahan.
Selain dekorasi dan busana, makanan sering kali menjadi penentu kesuksesan sebuah pesta. Seperti dikutip dari Suara, banyak resepsi yang menyisakan kesan kurang baik hanya karena hidangan habis sebelum acara berakhir, terutama di tengah tren media sosial saat ini.
Perencanaan yang matang membantu penyelenggara acara mencegah antrean panjang dan menekan pemborosan anggaran. Strategi ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian penting dari manajemen risiko agar tamu tidak kecewa saat menghadiri pesta.
Banyak calon mempelai melakukan kesalahan dengan menganggap jumlah undangan setara dengan jumlah tamu yang hadir. Padahal, satu undangan biasanya mewakili dua orang atau bahkan lebih jika membawa anggota keluarga lainnya.
Metode paling dasar yang sering disarankan oleh vendor profesional adalah mengalikan jumlah undangan dengan angka dua. Sebagai contoh, jika pasangan menyebar 500 undangan, maka estimasi makanan yang perlu disiapkan adalah untuk 1.000 porsi.
Selain tamu undangan, pihak penyelenggara wajib memperhitungkan cadangan tambahan sebesar 5 hingga 10 persen. Persentase ini dialokasikan untuk keluarga besar, panitia, fotografer, tim videografer, hingga staf wedding organizer agar tidak ada yang terlewatkan.
Kombinasi Menu dan Distribusi Makanan
Menggabungkan menu prasmanan utama dengan berbagai pilihan stall makanan atau gubukan kini menjadi pilihan populer dalam pesta pernikahan modern. Sistem ini tidak hanya menambah variasi menu, tetapi juga efektif dalam mengurai penumpukan antrean di area katering.
Kehadiran stall membantu distribusi makanan tetap merata hingga penghujung acara. Hal ini memastikan tamu yang datang lebih belakangan tetap bisa menikmati hidangan dengan nyaman tanpa khawatir kehabisan pilihan menu favorit.
CEO Nendia Primarasa, Resti Nendia, menyatakan bahwa perhitungan katering yang akurat merupakan bentuk penghormatan kepada para tamu. Ia menekankan pentingnya angka yang terukur agar pasangan bisa menikmati hari bahagianya tanpa kecemasan.
"Perhitungan catering yang tepat bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bentuk penghormatan kita kepada tamu yang hadir. Kami di Nendia Primarasa selalu mengedepankan hitung catering wedding yang realistis dan terukur, agar pasangan bisa menikmati hari bahagianya tanpa perlu merasa cemas akan kekurangan hidangan di tengah acara," ujar Resti Nendia.Resti menambahkan bahwa vendor katering seharusnya membantu calon pengantin memahami manajemen risiko. Pengalaman vendor dalam mengatur ritme distribusi dan menyusun simulasi kebutuhan sangat menentukan kelancaran acara, khususnya di kota besar seperti Jakarta.