Produsen baterai asal China, CATL, meluncurkan dua inovasi teknologi baterai terbaru yakni Freevoy hybrid generasi kedua dan Shenxing LFP generasi ketiga dalam ajang CATL Tech Day 2026. Inovasi ini dirancang untuk mengatasi kekhawatiran jarak tempuh dan mempercepat durasi pengisian daya kendaraan listrik.
Dilansir dari Suara, baterai Freevoy hybrid diklaim mampu mencapai jarak tempuh hingga 600 km dalam mode listrik murni. Pencapaian ini dimungkinkan melalui penggunaan kombinasi material kimia Lithium Iron Phosphate (LFP) dan Nickel Cobalt Manganese (NCM) pada level serbuk.
Teknologi pencampuran material tersebut meningkatkan efisiensi daya sebesar 20 persen dibandingkan baterai LFP konvensional tanpa menambah berat komponen. Peningkatan performa ini tetap menjaga keunggulan efisiensi meskipun menggunakan bahan baku nikel yang banyak diekspor oleh Indonesia.
Selain efisiensi jarak, CATL memperkenalkan baterai Shenxing LFP generasi ketiga yang menawarkan kecepatan pengisian daya ekstrem. Komponen ini mampu mengisi daya dari kapasitas 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 3 menit 44 detik.
Performa pengisian tersebut tercatat lebih cepat dibandingkan teknologi pesaing seperti BYD Blade 2.0 yang memerlukan waktu lima menit untuk pengisian 10 hingga 70 persen. Ketangguhan baterai ini juga teruji pada suhu ekstrem minus 30 derajat Celsius dengan mencapai kapasitas 98 persen dalam sembilan menit.
Aspek performa juga menjadi fokus pada baterai Freevoy yang dikategorikan sebagai baterai kelas megawatt. Teknologi ini mampu menghasilkan daya puncak sebesar 1.500 kW saat terisi penuh dan tetap mempertahankan daya 1.200 kW meskipun kapasitas baterai tersisa 20 persen.
Kemampuan tersebut menjaga stabilitas tenaga kendaraan sehingga mobil listrik tidak mengalami penurunan performa saat daya baterai menipis. Saat ini, CATL merupakan pemasok utama komponen baterai untuk berbagai merek otomotif global termasuk BYD dan Xiaomi.