Kehadiran tikus di area hunian tidak sekadar menimbulkan kerusakan fisik pada struktur bangunan dan perabotan, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan seluruh penghuni. Dilansir dari Lifestyle, hewan pengerat ini bertindak sebagai perantara bagi penularan berbagai penyakit berbahaya.
Salah satu ancaman yang patut diwaspadai adalah hantavirus. Infeksi mematikan ini dapat berpindah ke manusia saat seseorang tanpa sengaja menghirup partikel udara yang telah tercemar oleh urine, kotoran, atau air liur tikus yang bersarang di area rumah.
Mengingat besarnya risiko kesehatan yang mengintai, tindakan menjaga kebersihan dan keamanan tempat tinggal menjadi sebuah kewajiban pencegahan yang harus dilakukan secara terus-menerus.
Langkah awal yang paling krusial adalah dengan memutus ketersediaan pasokan makanan karena hama ini termasuk hewan yang akan memakan apa saja. Area tempat tinggal harus selalu dipastikan dalam keadaan bersih dari sisa-sisa makanan.
Tikus memiliki kemampuan untuk langsung mendeteksi keberadaan remah makanan di lantai, sisa pakan hewan piaraan di halaman, hingga hidangan di meja yang tidak terlindungi. Oleh karena itu, penyimpanan bahan makanan sebaiknya menggunakan wadah kedap udara disertai pembersihan dapur secara berkala.
Selain makanan, penutupan jalur masuk juga menjadi prioritas utama. Nicole Carpenter selaku Presiden Black Pest Prevention menjelaskan bahwa tikus hanya memerlukan celah sekecil koin untuk dapat menyusup ke dalam ruangan.
"Satu-satunya cara untuk benar-benar melindungi rumah dari tikus adalah dengan menutup semua celah dan lubang," ujar dia.
Gigi hewan pengerat ini sangat kuat sehingga mampu merusak material seperti karet, busa, plastik, atau papan kayu yang tipis. Penggunaan material logam sangat disarankan untuk membendungnya, kemudian dikombinasikan dengan lem silikon untuk merapatkan celah udara tersisa.
"Hanya jaring baja galvanis, pelat aluminium, pelat logam, dan tambalan beton yang benar-benar berfungsi melawan tikus besar," tutur Carpenter.
Perekat silikon sendiri hanya optimal untuk menambal celah berukuran kecil yang tidak terjangkau oleh logam, galvanis, aluminium, atau beton. Lubang yang telah diberi lem silikon tetap wajib dilapisi oleh salah satu bahan logam atau beton tersebut.
"Perekat berfungsi untuk mengisi celah kecil yang tidak dapat ditutup, dan menjaga material penutup yang digunakan tetap rapat, sehingga tikus tidak dapat menggunakan giginya," sambung Carpenter.
Membersihkan Sarang dan Memanfaatkan Aroma Alami
Kondisi ruangan yang berantakan menjadi lokasi favorit bagi tikus karena menyediakan tempat yang aman untuk bersembunyi, tidur, sekaligus berkembang biak. Tumpukan kertas atau kardus yang sudah tidak terpakai harus segera dibuang secara rutin.
"Jika kamu menyingkirkan titik-titik tempat mereka dapat membangun habitat dan tempat persembunyian, mereka akan meninggalkan rumahmu," ujar Baldwin.
Bagi pemilik ruang bawah tanah atau loteng, pembersihan intensif perlu dijalankan secara berkala. Penyimpanan barang di dalam rak sebaiknya diatur agar posisinya menjauh dari dinding dan tidak langsung menyentuh permukaan lantai untuk menghindari pembentukan sarang.
Pencegahan juga bisa memaksimalkan penggunaan cuka putih karena aroma tajam dari cairan ini sangat tidak disukai oleh tikus yang mengandalkan penciuman saat mencari makan. Campuran cuka putih dan air dengan porsi seimbang dapat disemprotkan pada sudut ruangan, belakang alat elektronik, dan tepi lantai.
Penggunaan bola kapas yang direndam cairan cuka murni kemudian diletakkan di dalam lemari juga menjadi opsi alternatif yang efektif.
"Ruangan yang diberi cuka bisa terasa membingungkan dan tidak ramah bagi mereka," kata Baldwin.
Selain cuka, minyak pepermin murni dapat dimanfaatkan sebagai opsi alami untuk menghalau tikus tanpa melibatkan zat kimia buatan. Bola kapas yang telah ditetesi minyak tersebut bisa diselipkan di bawah wastafel atau celah-celah sempit hunian.
"Tikus memiliki indra penciuman yang sangat tajam, dan aroma mint yang kuat dari minyak pepermin bisa sangat mengganggu mereka," jelas Baldwin.
Meskipun minyak pepermin tidak sepenuhnya menghentikan tikus yang terkenal gigih untuk menembus pertahanan rumah, aroma kuat yang dihasilkan setidaknya mampu memicu hewan tersebut untuk beralih mencari makan dan bersarang di lokasi lain.