Enzo Maresca muncul sebagai kandidat kuat untuk mengisi kursi manajer Manchester City pada musim mendatang. Seperti dilansir dari Detik Sport, Chelsea selaku klub terakhir yang memakai jasanya dilaporkan bakal menuntut uang kompensasi.
Kabar mengenai rencana mundurnya Pep Guardiola dari posisi manajer Manchester City pada akhir musim ini sempat mengejutkan publik sepak bola Inggris. Langkah tersebut sekaligus menyudahi masa bakti satu dekade sang taktik asal Spanyol di Etihad Stadium.
Informasi tersebut memperkuat spekulasi yang telah berkembang sejak akhir tahun lalu. Walau Pep Guardiola berulang kali melayangkan bantahan tiap kali dikonfirmasi, momentum pergantian ini tampaknya segera menjadi kenyataan dengan menunjuk Enzo Maresca sebagai pengganti.
Pelatih berkebangsaan Italia tersebut memiliki kedekatan dengan Manchester City karena pernah mengemban tugas sebagai asisten Pep Guardiola. Kebersamaan mereka terjadi sewaktu The Citizens berhasil merengkuh gelar treble winners pada musim 2022-2023.
Pendekatan terhadap Enzo Maresca disinyalir telah dilakukan sejak akhir tahun 2025 ketika dirinya masih menukangi Chelsea. Ia kemudian meninggalkan kubu Stamford Bridge pada awal Januari lalu setelah sempat terlibat perselisihan dengan pihak manajemen.
Berdasarkan laporan dari The Guardian, The Blues kini berkesempatan memperoleh uang ganti rugi jika Enzo Maresca merapat ke Manchester City. Ia disebut telah menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun dengan Manchester City, namun harus merampungkan urusan administrasi dengan Chelsea terlebih dahulu.
Enzo Maresca hengkang dari London saat ikatan kontraknya masih tersisa 3,5 tahun. Sumber yang dekat dengan sang pelatih menyatakan bahwa ia tidak mengajukan tuntutan pesangon kepada Chelsea, sehingga kubu The Blues tetap memegang hak kompensasinya dalam jumlah yang diprediksi tidak kecil.
Pihak Chelsea terus mengamati perkembangan rumor yang melibatkan Pep Guardiola dan Enzo Maresca secara cermat. Manajemen Chelsea menilai keputusan mundurnya Enzo Maresca menjadi salah satu penyebab merosotnya performa Cole Palmer dan kawan-kawan pada paruh kedua musim.
Saat masih ditangani Enzo Maresca, Chelsea berada di peringkat kelima klasemen Liga Inggris dan mengamankan posisi untuk melaju ke fase gugur Liga Champions. Namun situasi berubah pasca-kepergiannya, di mana The Blues merosot ke urutan sembilan klasemen.
Langkah Chelsea di kompetisi Eropa juga terhenti pada babak 16 besar Liga Champions setelah menelan kekalahan agregat 2-8 dari Paris Saint-Germain. Manajemen Chelsea sebenarnya enggan melakukan pergantian nahkoda di tengah musim, namun situasi memaksa mereka menunjuk Liam Rosenior.
Saat ini, Liam Rosenior telah dibebastugaskan dari posisinya sebagai pelatih. Manajemen Chelsea dilaporkan bakal menyerahkan kursi kepelatihan tim kepada Xabi Alonso untuk mengarungi musim depan.