Klub Premier League Chelsea resmi mengumumkan penunjukan Xabi Alonso sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak berdurasi empat tahun yang efektif mulai 1 Juli 2026 mendatang. Penunjukan arsitek lapangan hijau asal Spanyol tersebut dilakukan setelah manajemen The Blues memutuskan berpisah dengan Liam Rosenior pada bulan lalu, sebagaimana dilansir dari Suara.
Langkah manajemen Chelsea mendatangkan Alonso tergolong berani mengingat sang pelatih baru saja melalui periode singkat dan penuh tekanan bersama Real Madrid. Sosok yang tercatat hanya bertahan selama 233 hari di Santiago Bernabéu itu gagal mempertahankan posisinya akibat konflik internal dengan sejumlah pemain penting serta minimnya performa tim di lapangan.
Menurut laporan internal, kegagalan Alonso di Real Madrid berawal dari memburuknya hubungan di ruang ganti dengan pemain seperti Vinícius Junior, Jude Bellingham, dan Federico Valverde yang merasa kurang cocok dengan pendekatan taktiknya. Ketegangan memuncak saat Vinícius tertangkap kamera meluapkan emosi kepada Alonso ketika ditarik keluar pada laga El Clásico kontra Barcelona, yang juga memengaruhi proses negosiasi kontrak baru sang pemain yang akan habis pada 2027.
Selain masalah internal, peran Jude Bellingham di lapangan turut menuai sorotan karena dianggap terlalu dibatasi dalam skema permainan Alonso. Keraguan dari Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, mengenai minimnya pengalaman Alonso menangani klub besar terbukti saat performa tim merosot pada Desember ditambah badai cedera pemain yang mengganggu kebugaran skuad sepanjang musim.
Titik balik keruntuhan kepercayaan publik dan petinggi Real Madrid terjadi saat tim asuhan Alonso menelan kekalahan telak 0-4 dari Paris Saint-Germain pada ajang Piala Dunia Antarklub di MetLife Stadium. Ekspektasi tinggi dan budaya klub yang tidak sabaran membuat dukungan manajemen perlahan menghilang hingga Alonso didepak dari kursinya.
Kendati demikian, manajemen Chelsea tetap memercayai kapasitas Alonso untuk mengembalikan kejayaan klub berdasarkan rekam jejak suksesnya saat melatih Bayer Leverkusen. Manajemen klub London Barat tersebut meyakini mantan gelandang Liverpool dan Bayern Munich ini masih memiliki kemampuan meracik strategi untuk membawa tim kembali bersaing di papan atas Premier League.