Pemerintah China Blokir Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta

Pemerintah China Blokir Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta

Otoritas ekonomi tertinggi China secara resmi memblokir langkah Meta Platforms Inc. untuk mengakuisisi startup kecerdasan buatan Manus senilai US$2 miliar atau setara Rp34 triliun pada Selasa (28/4/2026). Perintah pembatalan transaksi secara menyeluruh ini dikeluarkan guna mencegah integrasi teknologi agen AI milik Manus ke dalam ekosistem Meta AI.

National Development and Reform Commission (NDRC) mengambil tindakan tegas dengan melarang seluruh bentuk investasi asing dalam proyek yang dikembangkan oleh Manus. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Teknologi, kebijakan ini diambil sesuai dengan kerangka hukum dan peraturan yang berlaku di China.

"NDRC telah membuat keputusan untuk melarang investasi asing dalam proyek Manus sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Kami mewajibkan pihak-pihak yang terlibat untuk menarik transaksi akuisisi tersebut," tulis pernyataan resmi NDRC dilansir dari TechCrunch, Selasa (28/4/2026).

Langkah intervensi ini merupakan puncak dari rangkaian penyelidikan intensif yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan China sejak Januari 2026. Tekanan regulasi tersebut semakin kuat pada Maret 2026 hingga berdampak pada pembatasan ruang gerak para pimpinan perusahaan rintisan tersebut.

CEO Manus, Xiao Hong, beserta Chief Scientist Ji Yichao dilaporkan telah dipanggil ke Beijing untuk menjalani pertemuan regulasi. Hingga saat ini, kedua pendiri startup tersebut dikabarkan masih berada di bawah larangan keluar dari wilayah China daratan oleh otoritas setempat.

Persoalan yurisdiksi menjadi titik kerumitan utama karena Manus sebenarnya telah memindahkan kantor pusat mereka dari Beijing ke Singapura pada pertengahan 2025. Meskipun domisili hukum telah berpindah, NDRC tetap menegaskan klaim kekuasaan atas aset teknologi yang dimiliki perusahaan yang awalnya bernama Butterfly Effect tersebut.

Integrasi operasional sebenarnya sudah mulai berjalan dengan adanya laporan mengenai perpindahan sekitar 100 karyawan Manus ke kantor Meta di Singapura pada Maret 2026. Dalam rencana struktur internal, Xiao Hong awalnya diproyeksikan untuk memberikan laporan kerja langsung kepada COO Meta, Javier Olivan.

Pihak Meta Platforms menyatakan bahwa seluruh proses kesepakatan bisnis yang mereka lakukan telah melalui prosedur legal yang semestinya. Perusahaan induk Facebook ini masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai status investigasi tersebut.

"Transaksi ini sepenuhnya mematuhi hukum yang berlaku. Kami mengantisipasi resolusi yang tepat atas penyelidikan ini," ujar juru bicara Meta.

Manus menarik perhatian raksasa teknologi global karena kemampuannya mengembangkan agen AI otonom yang bisa mengeksekusi tugas mandiri tanpa bantuan manusia. Startup ini mencatatkan performa finansial yang impresif dengan pendapatan tahunan berulang mencapai US$100 juta hanya dalam waktu delapan bulan sejak peluncuran produknya.

Sebelum kesepakatan dengan Meta muncul, Manus telah mengantongi pendanaan sebesar Rp1,29 triliun dari Benchmark pada Mei 2025. Masuknya modal dari Amerika Serikat tersebut sempat menjadi sorotan Senator AS John Cornyn yang mengkhawatirkan aliran dana ke entitas yang memiliki akar kuat di China.

Kegagalan proses akuisisi ini menjadi hambatan signifikan bagi Meta dalam persaingan melawan OpenAI dan Google di sektor kecerdasan buatan. Saat ini, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut sedang mengupayakan efisiensi internal melalui rencana pemangkasan 8.000 posisi pekerjaan di berbagai departemen.

Artikel terkait

Rekomendasi